Cibinong, Humas BRIN. Badan Riset Inovasi Nasional (BRIN) terus membuka kerja sama bidang riset dan pengembangan dengan berbagai pihak, termasuk dengan Perguruan Tinggi baik negeri maupun swasta. Pada Kamis (19/05), BRIN melalui Pusat Riset Vaksin dan Obat (PRVO), Organisasi Riset Kesehatan (ORK), menyepakati kerja sama tentang Penelitian dan Pengembangan di Bidang Farmasi Bahan Alam dan Mikrobiologi dengan Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (STIKes) Widya Dharma Husada Tangerang. Penandatanganan naskah kerja sama dilakukan secara tatap muka, bertempat di Aula Lantai 8 STIKes Widya Dharma Husada, Jl. Pajajaran No. 1 Pamulang, Tangerang Selatan.
Kepala PRVO BRIN, Dr. Masteria Yunovilsa Putra menyampaikan bahwa Perjanjian Kerja Sama (PKS) yang ditandatangani antara PRVO BRIN dan STIKes Widya Dharma Husada Tangerang adalah PKS pertama yang disepakati sejak terbentuknya PRVO, OR Kesehatan - BRIN.
“BRIN sangat terbuka digunakan fasilitas-fasilitasnya oleh semua pihak untuk kepentingan riset dan inovasi demi kemajuan bangsa. Termasuk PRVO di bawah ORK yang membawahi tujuh PR, yaitu PR Biomedis, PR Kedokteran dan klinis dan Preklinis, PR Kesehatan Masyarakat dan Gizi, PR Bahan Baku Obat dan Obat Tradisional , PR Biologi Molekuler Eijkman, PR Veteriner dan PRVO,” rinci Masteria.
Saat ini, PRVO mempunyai 10 kelompok penelitian dengan ruang lingkup riset di antaranya meliputi pengembangan vaksin, produk biologi dan stem cell. PRVO pun membuka peluang dan kesempatan untuk berkolaborasi baik untuk riset dan pengujian produk inovasi kesehatan dengan berbagai pihak termasuk perguruan tinggi.
Pada kesempatan yang sama, Dr. Joko Tri Wibowo, sebagai PIC PKS PRVO-STIKes, menambahkan bahwa naskah kerja sama yang disepakati merupakan cikal bakal dari inisiasi PKS yang sudah diinisiasi sejak Januari 2022. “Sejauh ini ruang lingkup yang telah dilaksanakan sesuai yang tertera di naskah PKS adalah pembimbingan mahasiswa STIKes sebanyak 5 orang oleh peneliti PRVO,” tuturnya.
“Kami bersedia untuk memberikan bimbingan penulisan artikel ilmiah bagi mahasiswa STIKes. Selain itu, kami pun sangat terbuka jika dibutuhkan menjadi narasumber di seminar atau webinar ilmiah yang dapat disesuaikan dengan kepakaran dan expertise peneliti di PRVO,” ujar Joko.

Pada kesempatan yang sama, DR. (HC) Drs. H. Darsono selaku Ketua Yayasan Widya Dharma Husada mengatakan tujuan utama STIKes adalah membantu pemerintah dan masyarakat dalam bidang kesehatan.
Sementara Ketua STIKes Widya Dharma Husada, Ns. Riris Andriati, S. Kep., M. Kep. mengisahkan sejarah STIKes dari mulai berdirinya di tahun 2006 di bawah naungan Yayasan Widya Dharma Husada dan hanya mempunyai dua Prodi (S1 Keperawatan dan D3 Kebidanan). “Hingga pada Maret 2019, STIKes Widya Dharma Husada meraih akreditasi institusi BAN-PT dengan terakreditasi B (Baik),” tuturnya.
“Sampai dengan tahun 2020, STIKes Kharisma Persada pun bergabung dengan STIKes Widya Dharma Husada Tangerang sehingga mempunyai 6 Program Studi (Pendidikan Profesi Ners, S1 Farmasi Klinik dan Komunitas, S1 Kesehatan Masyarakat, D3 Kebidanan, D3 Farmasi dan D3 Rekam Medis dan Informasi Kesehatan),” sambung Riris.
Koordinator Layanan Kerja Sama BRIN Kawasan Cibinong, Tsamir Apriansyah, M.S., turut menambahkan bahwa level Perjanjian Kerja Sama yang akan ditandatangani oleh kedua belah pihak dapat diinisiasi kembali menjadi level MOU untuk menjamin payung hukum PKS-PKS yang dibuat untuk bidang-bidang lainnya yang sangat banyak di BRIN. Selain MOU, Tsamir juga menghimbau untuk menginisiasi PKS MBKM untuk memperluas jangkauan kerja sama STIKes dengan BRIN.
Sebagai informasi, hadir pula dalam acara penandatanganan naskah kerja sama dari pihak BRIN, yakni: Dr. Peni Ahmadi selaku Koordinator Kegiatan Obat - Pusat Riset Vaksin dan Obat, Dr. Sabar Pambudi selaku Koordinator Kegiatan Vaksin - Pusat Riset Vaksin dan Obat, Suzan Lesmana, M.Si. selaku Koordinator Layanan Humas BRIN Kawasan Cibinong, Risdawati, S.E. dari Tim Layanan Kerja Sama BRIN Kawasan Cibinong, dan Agung Honesty, S.H. dari Tim Layanan Hukum BRIN Kawasan Cibinong. (sl)

