Pilot Plant Bakery P2TTG LIPI-Kab Subang-Jawa Barat
Selasa, 5 Januari 2016
Banana Snack Bar, Brownies, Brownies Panggang, Cookies, Kue Satu, Kue Sagon.Kegemaran masyarakat akan produk pangan berbasis tepung terigu seperti mie dan roti menyebabkan negara Indonesia mengalami ketergantungan terhadap pasokan impor gandum. Berbagai penelitian dan pengembangan dilakukan untuk mengupayakan diversifikasi pangan non gandum dari potensi bahan lokal, seperti umbi, pisang, dan sebagainya. Pusat Pengembangan Teknologi Tepat Guna-Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia telah mengembangkan berbagai produk olahan pangan non gandum dari komoditas lokal pisang. Tepung pisang memiliki potensi yang baik untuk digunakan dalam produk roti-rotian dan snack karena kandungan bahan fungsionalnya seperti serat dan kalium yang cukup tinggi. Berbagai penelitian menyebutkan bahwa tepung pisang dari buah mentah dapat dimasukkan ke dalam berbagai produk pangan inovatif seperti cookies berdaya cerna rendah dan produk roti berserat tinggi. Hal ini karena tepung pisang dari buah yang masih mentah mempunyai kandungan total pati yang tinggi (73,4 persen), serta kandungan pati resisten yang besar (17,5 persen) dan kadar serat makanan yang bisa mencapai 14,5 persen. Gambar tepung pisangProduk olahan pisang yang telah dikembangkan oleh P2TTG antara lain : banana snack bar, biskuit pisang, brownies, kue satu, dan kue sagon. Banana Snack Bar yaitu snack berbentuk batang yang berbahan dasar tepung pisang, dikonsumsi selain atau diantara waktu makan utama dalam sehari, yang dapat mengobati kelaparan dan memberikan suplai energi bagi tubuh. Keunggulan dari produk banana snack bar ini adalah terbuat dari tepung pisang dan pure pisang (non terigu) yang berenergi dan sumber kalium. Dalam 100 gram banana snack bar mengandung energi 426,28 kkal dengan kalium sebesar 814,35 mg. Makanan sumber energi ini berukuran kecil, praktis, mudah dibawa dan ready to eat sehingga cocok dikonsumsi oleh konsumen dengan mobilitas yang tinggi seperti pegawai/pekerja, atlet/olahragawan, militer, penerbangan, pariwisata, pencarian/penyelamatan, kegiatan eksplorasi. Produk free gluten ini sehingga cocok pula dikonsumsi oleh para konsumen berkebutuhan khusus seperti penderita alergi gluten dan autis. Kandungan kalium dalam produk ini bermanfaat untuk membantu kesehatan jantung dan kestabilan tekanan darah. Produk lain yang dikembangkan adalah biskuit tepung pisang yang dibuat dari campuran tepung pisang dengan bahan lainnya kemudian adonan ditipiskan menggunakan dough sheeter, dicetak, dan dipanggang pada suhu sekitar 140 °C selama 25 menit. Produk lain yang dikembangkan adalah brownies dengan metode kukus dan panggang. Sejak tahun 2013, PPTTG telah mengembangkan produk-produk pangan tradisional. Kue satu merupakan kue tradisional Indonesia yang umumnya dibuat dari campuran tepung kacang hijau dengan tepung gula, sedangkan Kue sagon dibuat dari campuran tepung ketan, kelapa parut, garam dan gula pasir sehingga memberikan rasa yang manis, gurih dan aroma kelapa. Pengembangan kue tradisional seperti kue satu dan kue sagon dengan memanfaatkan bahan baku lokal seperti tepung pisang diharapkan semakin memperkaya ragam panganan tradisional khas Indonesia
» Arsip
» Diakses : 27 kali
» Dikirim : 0 kali
|
|
|
|
|