Diskusi LIPI : Kebun Botani dalam Era Indonesia Baru
Dr. Setijati Sastrapradja - ahli botani LIPI yang juga sekaligus Ketua Naturindo menyatakan pentingnya kebun botani untuk pelestarian jenis-jenis tumbuhan asli Indonesia semakin dirasakan karena penyusutan deras hutan Indonesia. Tidak lama lagi kita harus mengimpor benih kayu dari Malaysia, Thailand, karena jenis-jenis kayu yang kita miliki belum sempat kita lestarikan, apalagi kita budidayakan, jelasnya.
Menurutnya kebun-kebun botani - kebun untuk tapak pelestarian dan ilmu pengetahuan - kecuali Kebun Raya Indonesia sangat rawan perubahan birokrasi. Kalau lahan tempat kebun itu berdiri diperlukan untuk perkantoran atau perumahan, maka tergusurlah tapak pelestarian ini dan lenyap pula kolelsi tumbuhan yang ada diatasnya, tegasnya. Itu berarti hilang pula sebagian dari kekayaan hayati kita yang berupa tumbuhan, hewan dan mikroba, tandasnya.
Kondisi ini pula yang mendorong mereka yang peduli akan pelestarian jenis-jenis tumbuhan Indonesia untuk mengembangkan kebun-kebun botani sebagai tapak pelestarian ex situ. Banyak pelestari yang menyangsikan nasib kebun botani di masa mendatang, mengingat besarnya tekanan-tekanan yang harus dihadapi kebun-kebun yang ada, tambahnya.
Untuk itu menurutnya pelaksanaan diskusi panel ini dianggap penting. Selain untuk menghimpun pendapat peserta yang terdiri dari ilmuwan dan pelestari tumbuhan tentang masa depan kebun-kebun botani yang sudah ada, juga untuk melihat unsur-unsur penentu yang harus diperhatikan dalam perkembangan kebun botani seperti fungsi, dana, daya, pengelolaan, dan kebijakan, paparnya.
Keterangan lebih lanjut hubungi:
Dr. Setijati Sastrapradja Ahli botani LIPI ( 08161663499)
Heni Rosmawati, M.Si Humas LIPI (08161932151)


