Teknologi Budi Daya Kerang Mutiara

Balai Bio Industri Laut

DESKRIPSI SINGKAT

Sejak tahun 1980-an, Indonesia dikenal sebagai salah satu produsen utama mutiara dari selatan (south sea pearls). Mutiara Indonesia yang berwarna keperakan hingga keemasan dihasilkan kerang jenis Pinctada maxima.
 
Nusa Tenggara Barat merupakan salah satu produsen mutiara di Indonesia. Industri budi daya kerang mutiara masih berpeluang untuk berkembang. Untuk mendukung hal tersebut, introduksi teknologi untuk meningkatkan produktivitas dan kualitas mutiara yang dihasilkan mutlak diperlukan.
 
UPT Loka Pengembangan Bio Industri Laut sebagai satuan kerja yang memiliki kompetensi dalam riset biota laut, telah mengembangkan teknologi budi daya kerang mutiara yang dapat dipelajari dan diterapkan oleh masyarakat. Teknologi tersebut meliputi:pembenihan, pembesaran, dan produksi mutiara.

APLIKASI

Budi daya kerang mutiara telah dikembangkan di UPT LPBIL melalui kegiatan Tematik, IPTEKDA, dan penelitian Kompetitif. Teknologi ini telah dideseminasikan melalui berbagai kegiatan, salah satunya penyuntikan kerang mutiara oleh Presiden RI Bapak Susilo Bambang Yudhoyono hingga menghasilkan butiran mutiara. Sebagai narasumber dan konsultan, teknologi ini juga dimanfaatkan oleh pihak swasta di berbagai daerah di Indonesia.

KEUNGGULAN

Salah satu keuntungan pengembangan budi daya kerang mutiara adalah potensi sumber daya alam yang mendukung dikembangkannya teknik-teknik budi daya, mencakup:
1) teknik pemijahan,
2) teknik perawatan larva, dan
3) teknik penyuntikan.

STATUS TEKNOLOGI

Secara umum, UPT LPBIL telah menguasai teknologi budi daya kerang mutiara mulai produksi benih hingga memproduksi butiran mutiara.