Wujud Peduli Terumbu Karang, LIPI Gelar Pelatihan Penilaian Kondisi Terumbu Karang

Cibinong-Humas LIPI, Terumbu Karang Indonesia terkenal dengan keanekaragaman hayati tertinggi di dunia. Sebagai salah satu negara yang memiliki luasan maritim terbesar di dunia, Indonesia memiliki berbagai macam koleksi keanekaragaman hayati mulai dari terumbu karang, berbagai jenis ikan, karang batu, moluska dan berbagai jenis udang-udangan. Pusbindiklat LIPI bekerjasama dengan Pusat Penelitian Oseanografi LIPI dan Fakultas Pertanian Perikanan dan Biologi Universitas Bangka Belitung menyelenggarakan Pelatihan Penilaian Kondisi Terumbu Karang di Provinsi Bangka Belitung. Kegiatan ini merupakan bagian dari Program Coremap-CTI diselenggarakan dari tanggal 14 - 21 Juni tahun 2021 secara luring (baca: luar jaringan) sesuai standar protokol kesehatan yang berlaku. Kepala Pusbindiklat LIPI, Ratih Retno Wulandari, M.Si. menyatakan dalam sambutannya bahwa pelatihan ini bertujuan untuk menciptakan sumber daya manusia (SDM) yang mampu menilai kondisi terumbu karang sesuai standar dan tersertifikasi.

Udhi Eko Hernawan, Ph.D. Sekretaris Program Coremap-CTI menjelaskan, “Program Coremap-CTI merupakan program untuk menjaga kelestarian terumbu karang Indonesia sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat, khususnya yang mengandalkan laut dalam kehidupan mereka. Pengetahun masyarakat akan kondisi padang ekosistem pesisir baik itu lamun, terumbu karang dan hutan mangrove sangat terbatas sehingga dipandang perlu adanya pemantauan secara berkala terhadap ketiga ekosistem tersebut”. COREMAP-CTI mendukung pemantauan ekosistem pesisir yang terstandar dan mengalokasikan anggaran untuk melakukan pemantauan ekosistem pesisir.

“Sebagai salah satu negara dengan panjang garis pantai terpanjang di dunia, ekosistem pesisir yang harus dipantau tentu saja sangat banyak dan membutuhkan SDM yang cukup besar serta kompeten dalam pemantauan ekosistem secara terstandar”, tutur Udhi. Diharapkan kegiatan pelatihan ini sangat lah penting dengan harapan pelatihan ini bisa menelurkan SDM-SDM yang kompeten sebagai penilai kesehatan terumbu karang. (uf/ed. shs).

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

*


eight − two =