Cibinong. Humas BRIN. Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) melalui Pusat Pembinaan, Pendidikan dan Pelatihan (Pusbindiklat) menyelenggarakan kegiatan Pelatihan Pembentukan Jabatan Fungsional Peneliti (PPJFP) Gelombang 5 Tahun 2021, pada Senin (6/9).
Plt. Direktur Pengembangan Kompetensi, Deputi Bidang Sumber Daya Manusia Ilmu Pengetahuan dan Teknologi BRIN, Sudi Ariyanto dalam sambutannya mengatakan bahwa Indonesia masih rendah rasionya antara jumlah peneliti dengan penduduk sehingga pemerintah sangat mendorong peneliti semakin banyak di Indonesia dan berkualitas serta mendunia. “BRIN sangat mendorong manajemen talenta nasional meningkatkan kemampuan personil Indonesia dalam meningkatkan penelitian dan pengembangan. Sebagai institusi yang melakukan penelitian dan pengembangan salah satu modal yang penting adalah SDM,” jelasnya.
“Buat teman-teman sekalian yang hari ini hadir untuk mengikuti pelatihan Jabatan Fungsional Peneliti sangat penting karena menjadi tahap awal karir sebagai peneliti. Teman-teman akan dilatih, dibentuk untuk bisa menguasai dasar-dasar keilmuan. Kaitan antara penelitian atau riset dan pengembangan dengan perkembangan ekonomi itu sangat erat. Negara-negara maju ekonominya ditopang dengan penelitian pengembangan. Ini merupakan kaitan langsung dan negara-negara maju selalu menggunakan penelitian dan pengembangan untuk mendorong ekonomi mereka dan meningkatkan taraf hidup,” imbuh Sudi.
Dirinya mengatakan, ada orang yang mendasarkan keputusannya pada apa yang mereka dengar dari cerita-cerita burung dan hoaks. Karena banyak diantara orang-orang kita yang belum mempunyai critical thinking yang cukup kuat untuk mengambil keputusan yang berbasis data. Peneliti betul-betul didorong untuk memahami betul terkait dengan tahapan-tahapan penelitian. Identifikasi masalah, penelusuran informasi ilmiah dan ini juga sangat penting karena referensi ini menjadi suatu pendorong yang kuat. Referansi yang tidak tepat akan memberikan informasi tidak tepat.
Lebih jauh Sudi menyampaikan peserta akan dilatih sehingga memiliki kompetensi dasar sebagai peneliti ahli pertama. Diharapkan bisa berkontribusi di dalam pengembangan ilmu dan juga di dalam menerapkan ilmu untuk bisa mendorong pertumbuhan ekonomi yang lebih baik lagi. Diharapkan tahun 2030 atau 2035 Indonesia menjadi kekuatan ekonomi nomor 4 di dunia dan tahun 2045 Indonesia mencapai Indonesia emas. Semua itu membutuhkan dorongan dan kontribusi generasi muda.
“Teman-teman dapat menjadi peneliti yang betul-betul berkualitas dan setelah mengikuti penelitian ini teman-teman diharapkan mampu melaksanakan tugas dan fungsi sebagai pejabat fungsional peneliti sesuai dengan jenjang, etika peneliti dan terpenuhnya kompetensi dasar untuk menduduki jabatan fungsional peneliti ahli pertama. Etika sangat penting yang menjadi sangat disayangkan adanya plagiasi. Diharapkan melalui penelitian ini bukan hanya keahlian dan ketrampilan saja tetapi sikap sebagai seorang peneliti dapat diperoleh di pelatihan ini dari pakar yang mumpuni,” tutur Sudi.
Sudi berharap selama 20 hari ini peserta bisa bersama-sama belajar, saling menguatkan, saling mendukung sehingga menjadi human capital untuk Indonesia yang siap untuk berkontribusi dalam pembangunan Indonesia sehingga menjadi lebih baik dan lebih sejahtera.
Selanjutnya Sutrisno Heru Sukoco Widyaiswara BRIN memaparkan pelatihan ini diikuti oleh 20 orang peserta antara lain dari Badan Kepegawaian Negara, Kementerian Kesehatan, Kementerian dalam Negeri, LAPAN, Pemkab Malang, Pemkab Nusa Tenggara Timur.
“Sasaran pelatihan pembentukan antara lain terlatihnya CPNS atau PNS peneliti yang mampu melaksanakan tugas dan fungsi jabatan fungsional peneliti sesuai dengan jenjang jabatan dengan menerapkan etika peneliti dan penelitian, terpenuhinya kompetensi dasar untuk menduduki jabatan fungsional peneliti,” terang Sutrisno.
Sebagai informasi pelatihan yang diselenggarakan selama 20 hari kerja mulai tanggal 6 September - 1 Oktober 2021 menggunakan fully e-learning terdiri dari pembelajaran synchronous atau tatap muka maya dan asynchronous atau self learning atau mandiri melalui beberapa metode antara lain ceramah, brain storming, studi kasus, penugasan-penugasan, praktek, diskusi, bimbingan, penulisan proposal penelitian, presentasi dan wawancara. (ew ed sl)


Leave a Reply