Target Publikasi di Jurnal Bereputasi, LIPI Latih Peserta Penulisan Karya Tulis Ilmiah Nasional

Cibinong, Humas LIPI. Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) melalui Pusat Pembinaan, Pendidikan dan Pelatihan (Pusbindiklat) menyelenggarakan Pelatihan Penulisan Karya Tulis Ilmiah (KTI) Nasional, yang berlangsung dari tanggal 26 Juli hingga 6 Agustus 2021. Acara ini diikuti oleh dua belas orang peserta yang berasal dari STIT Syekh Muhammad Nafis Tabalong, Balai Arkeologi Sumatera Selatan, Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi, serta Badan Perencanaan, Penelitian dan Pengembangan Provinsi Riau.

Kapusbindiklat LIPI, Ratih Retno Wulandari mengatakan bahwa publikasi ilmiah saat ini merupakan salah satu indikator utama dalam penilai hasil kerja suatu penelitian. “Suatu penelitian yang baik, yang dilaporkan dan ditulis dengan baik seharusnya dipublikasikan pada jurnal yang baik pula atau lebih dikenal dengan jurnal bereputasi. Dikatakan jurnal bereputasi karena mempunyai reputasi untuk menerbitkan hasil-hasil penelitian yang bergengsi, yang validitas, reliabilitas maupun kredibilitasnya bagus,” jelasnya, pada Senin (26/7).

“Agar KTI dapat diterima dan diterbitkan pada jurnal yang bereputasi, maka kita semua perlu kemampuan untuk memenuhi standar mutu suatu KTI nasional bereputasi. Dan juga mampu menindaklanjuti saran perbaikan dari para reviewer maupun editor sehingga dapat diterbitkan pada jurnal ilmial nasional bereputasi, kemampuan inilah yang coba dipenuhi dari pelatihan ini,“ kata Ratih.

Ratih menambahkan bahwa kemampuan yang harus dipenuhi sesuai dengan tujuan pelatihan ini bukanlah kemampuan yang langsung dapat dipenuhi dalam waktu 10 hari. Proses agar KTI dapat diterbitkan dalam jurnal bereputasi membutuhkan pengalaman yang panjang. “Peserta mungkin sudah punya pengalaman berapa kali harus revisi, memperbaiki manuskrip agar dapat diterbitkan. Bahkan adakalanya tanpa proses diskusi langsung ditolak oleh penerbit. Sehingga sebelum kita berbicara untuk menerbitkan KTI dalam jurnal bereputasi, alangkah baiknya mindset kita dirubah dalam mode kompetisi sehat. Orang yang terbiasa untuk melakukan kompetisi, terbiasa untuk menang atau kalah, terbiasa untuk di-reject atau diterima dalam upaya menerbitkan KTI di jurnal bereputasi,“ tambahnya.

“Sehingga dalam proses kompetisi ini kita harus yakin dengan kerja keras dan pengalaman yang berulang-ulang, dapat meningkatkan kompetensi kita dalam mempublikasikan KTI pada jurnal bereputasi. Jadi mindset di awal untuk jangan cepat putus asa harus benar-benar dicamkan sebagai pondasi kita untuk berjuang dalam melakukan publikasi ilmiah pada jurnal bereputasi nasional, “ujar Ratih.

Secara kompetensi sebenarnya kemampuan menulis di jurnal bereputasi nasional maupun global itu sama. Yang membedakan hanya masalah bahasa. Sehingga bila para peserta sudah terbiasa publikasi di jurnal bereputasi nasional akan menjadi bekal awal untuk publikasi di jurnal bereputasi global. “Setiap penerbit jurnal mempunyai kekhasan, baik gaya selingkung maupun spesifikasi dalam proses reviewnya. Hal ini membutuhkan kepekaan dari para peserta untuk menyesuaikan diri dengan persyaratan dari masing-masing jurnal. Pada pelatihan ini para peserta akan sharing knowledge dengan para fasilitator terkait pengalaman mereka yang dapat dijadikan pembelajaran, sebagai salah satu strategi dalam menulis di jurnal bereputasi nasional, “ tutup Ratih mengakhiri sambutannya.

Dalam kesempatan yang sama Koordinator Pelatihan Pusbindiklat LIPI, Sutrisno Heru Sukoco menyatakan bahwa pelatihan akan memakan waktu yang cukup lama, karena menerapkan sistem e-learning sehingga ada penyesuaian dalam metode pembelajaran. Pembelajaran akan dilaksanakan secara mandiri atau asynchronous, dan akan ada penguatan dari mata latih yang dipelajari melalui metode synchronous atau tatap maya. Dalam pelaksanaannya nanti akan menerapkan model bimbingan, untuk mengawal agar para peserta bisa menindaklanjuti saran dari reviewer. Sehingga harapannya setelah pelatihan ini, tulisan para peserta dapat dinyatakan accepted, “ kata

Sutrisno menjelaskan sasaran pelatihan ini yang pertama adalah terlatihnya SDM Iptek maupun SDM Pendukung Iptek yang mampu menyusun KTI sesuai dengan tuntutan jurnal nasional terakreditasi. Yang kedua adalah terpenuhinya kompetensi SDM Iptek maupun SDM Pendukung Iptek tentang teknik penulisan KTI yang baik. Sedangkan tujuan pelatihan ini adalah peserta mampu menyusun KTI dengan baik dan benar sesuai dengan tuntutan jurnal nasional terakreditasi.

“Kemudian kompetensi yang ingin dibangun pada pelatihan ini antara lain menjelaskan konsep dasar dalam menulis KTI dengan benar, menentukan topik atau judul tulisan, menyusun kalimat efektif dalam penulisan ilmiah dan menyusun manuskrip yang baik dan benar. Selain itu diharapkan para peserta mampu mencari sumber referensi dan menuliskan referensi dengan baik dan benar, menguasaiai strategi untuk publikasi di jurnal nasional terakreditasi, serta menerapkan praktek penulisan ilmiah, merevisi dan memperbaiki KTI, “ jelas Sutrisno.

Sutrisno juga menyampaikan beberapa materi yang akan diberikan sebagaimana kompetensi yang ingin dibangun antara lain: Pengantar Penulisan Ilmiah, Pemilihan Topik dan Perumusan Judul KTI, Penyusunan Kalimat Efektif, Penelusuran Referensi dan Aplikasi Pengutipan Standar dan Bimbingan. “Porsi bimbingan cukup banyak empat kali, dua kali bimbingan secara tatap maya, dua kali bimbingan melalui sistem bimbingan online yang sudah disediakan. Di akhir sesi tidak ada seminar atau paparan, tapi setiap pembimbing akan memberikan catatan hasil bimbingan termasuk rekomendasi dan evaluasi hasil bimbingan, “papar Sutrisno mengakhiri laporannya. (iks ed. sl)

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

*


twelve − ten =