Optimalkan Presentasi Ilmiah melalui Pelatihan Teknik Pesentasi

Cibinong, Humas LIPI. Meskipun dalam suasana pandemi, Pusat Pembinaan, Pendidikan dan Pelatihan (Pusbindiklat) Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI), kembali menyelenggarakan Pelatihan Teknik Presentasi pada tanggal 5-9 Juni 2021 secara virtual. “Pelatihan ini untuk meningkatkan kompetensi dalam mempersiapkan materi presentasi, membuat bahan tayang presentasi/poster ilmiah dan menyampaikan presentasi sesuai dengan kaidah ilmiah dan prinsip komunikasi efektif,” ucap Ratih Retno Wulandari selaku Kapusbindiklat LIPI dalam sambutannya melalui tapping video, pada Senin (5/6).

Ratih menjelaskan pelatihan ini sangat dibutuhkan oleh peserta pelatihan yang sebagian besar peneliti, karena kompetensi ini sebagai syarat hasil kerja minimal untuk kenaikan jenjang jabatan fungsional peneliti. “Saya pernah menghadiri beberapa seminar internasional dan menemukan beberapa hal menarik. Ada yang materinya hambar namun peserta antusias bertanya, dan sebaliknya. Hal ini menunjukkan jika materi dihadiri oleh peserta dengan keilmuwan yang sama, materi akan sangat mudah dimengerti, namun presentasi itu akan lebih menarik dan optimal jika presenter memiliki teknik presentasi yang baik,” imbuhnya

Kenyataannya peneliti cenderung belum mengoptimalkan kegiatan presentasi sebagai proses komunikasi. Komunikasi efektif terdiri dari hubungan yang saling mempengaruhi dari tiga unsur, yakni peneliti sebagai pemberi pesan, media dan audiens sebagai penerima pesan. “Kegiatan presentasi yang baik terjadi apabila audiens memahami pesan yang disampaikan, melalui penyajian media slide/bahan tayang yang baik dan tepat, sehingga audiens termotivasi untuk menentukan/memilih langkah terbaik dan bahkan dapat mengubah keyakinannya,” ujar Sutrisno H. Sukoco, selaku koordinator pelatihan Pusbindiklat LIPI.

“Melakukan presentasi yang baik harus memenuhi 3 unsur yang saling mendukung, yakni memiliki konten/materi yang hebat, mendesain slide/bahan tayang yang hebat dan menyampaikan presentasi yang hebat, sesuai dengan prinsip komunikasi efektif dan kaidah ilmiah, “ tutur Nino.

Dirinya menegaskan bahwa 11 peserta pelatihan yang berasal dari beberapa kementerian tersebut diharapkan mampu mempersiapkan materi presentasi, membuat bahan tayang/poster, dan menyampaikan presentasi ilmiah sesuai dengan kaidah ilmiah karena materi dalam pelatihan ini sangat komprehensif dan disampaikan oleh para fasilitator yang mumpuni,” pungkas Nino.

Sebagai informasi, fasilitator pelatihan adalah para Widyaiswara dari LIPI yakni Indra Riswadinata, Naily Kamaliah, dan Mukhammad Nurul Furqon dengan metode Learning Management System (LMS) Pusbindiklat LIPI. Strategi pelatihan yang digunakan dalam menyelenggarakan pelatihan ini yaitu off the jobs training yaitu peserta keluar dari pekerjaan rutin yang biasa dilakukan dan fokus dalam mengikuti diklat dan memberikan bekal kompetensi melalui pembelajaran secara virtual (e-learning), dan durasi waktu pelaksanaan pelatihan selama 15 Jam Pelatihan (disetarakan dengan 5 hari). Mengingat tujuan, dan sasaran pelatihan ini serta kurikulumnya, maka pendekatan yang digunakan adalah proses belajar mengajar orang dewasa (andragogi), yakni peserta diklat dipacu untuk berpartisipasi aktif dalam setiap kesempatan yang ada, saling asah, saling asih, dan saling asuh. (sa ed sl)

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

*


fourteen + two =