Cibinong-Humas Pusbindiklat LIPI, Tantangan dunia IPTEK saat ini semakin tinggi, dibutuhkan kompetensi yang berkualitas untuk mengejar ketertinggalan IPTEK dengan negara lain. Kompetensi SDM IPTEK tidak hanya berupa keahlian akan tetapi ilmu pengetahuan yang merupakan bagian inti dari kompetensi. Kepala Pusbindiklat LIPI, Ratih Retno Wulandari, S.Sos., M.Si dalam pembukaan Sosialisasi Program Belajar Berbasis Riset (Degree By Research), Senin (14/6/21) mengatakan bahwa Program Belajar Berbasis Riset (Degree by Research) yang diinisasi oleh Pusbindiklat saat ini telah menjadi program prioritas nasional dan akan diakomodir menjadi Program Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN). “Program Belajar Berbasis Riset mengadaptasi program serupa dari negara-negara maju yang telah memulai pembelajaran melalui skema By Research, sehingga dapat memacu semangat belajar bagi ASN dan Non ASN dan tidak menutup untuk dilakukannya kerja sama dengan universitas, baik dalam dan luar negeri,” jelas Ratih.
Ratih menambahkan, “Program Belajar Berbasis Riset merupakan gabungan dari reseach collaboration dan joint affiliation dimana pendanaan dari Pusbindiklat hanya berupa dukungan biaya kuliah. Sementara, dukungan akomodasi penelitian berasal dari satuan kerja Litbangjirap. Hal ini menjadi keuntungan karena tidak memangkas Tunjangan Kinerja ASN.” “Peserta yang dapat mengikuti Program Belajar Berbasis Riset adalah ASN dan Non ASN yang berasal dari satuan kerja Litbangjirap (Penelitian, Pengembangan, Pengkajian dan Penerapan). Promotor berasal dari pihak Universitas sedangkan Co-Promotor dapat berasal dari satuan kerja atau tenaga ahli di bidang kepakarannya dengan jenjang S3 atau Doktor,” ujarnya.
Acara sosialisasi ini bekerja sama dengan Universitas Hasanuddin (UNHAS) Makassar, sebagai salah satu universitas terdepan di Wilayah Timur Indonesia yang diwakili oleh Dekan Program Pascasarjana Prof. Dr. Ir. Jamaluddin Jompa, M.Sc. saat memaparkan program-program Belajar Berbasis Riset di UNHAS. Harapan LIPI melalui kerja sama ini, dapat meningkatkan kualitas hasil riset dan SDM Iptek di wilayah Indonesia Timur dan Indonesia Tengah khususnya, sehingga dapat mendongkrak publikasi dan kolaborasi Internasional. (CA/Ed. MNF)


Leave a Reply