LIPI Selenggarakan Pelatihan Pengelolaan Jurnal Elektronik Berbasis OJS 3

Cibinong, Humas LIPI. Sebuah jurnal ilmiah yang baik tentu terlahir dari pengelolaan jurnal yang baik pula. Proses penanganan naskah dimulai dari bagaimana naskah tersebut diseleksi secara ketat oleh unsur keredaksian dan proses telaah yang baik dilakukan pre-review serta kelengkapan website jurnal. “Apakah sebuah jurnal sudah memenuhi standar transparasi publikasi apa belum? Maka hal ini adalah keharusan yang dipenuhi sebuah jurnal,” ujar Kepala Pusat Pembinaan, Pendidikan dan Pelatihan (Kapusbindiklat) Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI), Ratih Retno Wulandari, pada “Pelatihan Pengelolaan Jurnal Elektronik Berbasis Open Journal System (OJS) 3”, gelombang ke-1, yang diselenggarakan LIPI melalu Pusbindiklat LIPI, pada Senin (21/06).

Dirinya mengungkapkan harapannya peserta pelatihan sudah mempunyai jurnal yang dikelola sehingga sudah dapat membayangkan atau memberikan pertanyaan-pertanyaan yang kritis, karena memang sudah mempunyai pengalaman didalam pengelolaan jurnal, namun jika belum bisa dengan sharing knowledge dalam pelatihan ini dapat menambah khasanah dan wawasan,” paparnya.

Ratih juga menyampaikan, untuk mewujudkan pengelolaan ilmiah elektronik yang baik dan berkualitas tentu bukan pekerjaan rumah yang mudah. Pengelolaan sebuah jurnal ilmiah yang baik perlu didukung sumberdaya manusia yang memiliki kompetensi tentang pengelolaan jurnal. “Pelatihan ini dimaksudkan untuk memberi pembekalan rekan-rekan semua bagi para pengelola maupun calon pengelola jurnal yang merupakan salah satu kebutuhan kompetensi yang perlu dipenuhi dalam pengelolaan jurnal,” jelasnya.

“Pelatihan dihelat untuk mempersiapkan calon-calon pengelola jurnal maupun redaksi yang ingin memperdalam kemampuannya dalam mengelola jurnal secara elektronik dan memenuhi standar yang berlaku,” imbuh Ratih.

Sebagai informasi peserta pelatihan merupakan Aparatur Sipil Negara (ASN) dari berbagai instansi dan akademisi, antara lain Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi, Kementerian Dalam Negeri, Kementerian Agama, Kementerian Hukum dan HAM, Akademi Perawatan Kesdam, Provinsi Aceh, dan Politeknik Negeri Sriwijaya, Palembang. “

Selanjutnya Ratih menjelaskan bahwa proses pembelajaran akan berlangsung dari tanggal 21 Juni hingga 2 Juli 2021, berisi kegiatan belajar mengajar mulai dari metode pembelajaran berbasis riset dengan cara pemaparan, sumbang saran (brainstorming), studi kasus, diskusi, simulasi, demonstrasi, problem solving, seminar, role play, penugasan, praktek, dan penulisan karya tulis ilmiah.

Lebih jauh Ratih memaparkan tujuan pelatihan yaitu peserta diharapkan mampu mengaplikasikan dan mengelola jurnal ilmiah secara elektronik dengan menggunakan open jurnal sistem dengan sasaran ingin dicapai. “Kita berharap, peserta pelatihan mampu melaksanakan proses penerbitan jurnal sesuai standar yang berlaku dan terpenuhinya kompetensi dasar sebagai pengelola jurnal secara elektronik yang mumpuni, ” pungkas Ratih.

Selanjutnya Sutrino Heru Sukoco, selaku Widyaiswara Madya Pusbindiklat LIPI, memaparkan pelatihan yang memuat kurikulum tentang pengelolaan jurnal secara elektronik sesuai standar akreditasi, mencakup manajemen jurnal dan manajemen penerbitan serta pemahaman tentang indeksasi pada lembaga pengindeks bereputasi. “Kompetensi tersebut merupakan unsur penting yang harus dimiliki oleh pengelola jurnal agar dapat menjalankan proses bisnis pengelolaan jurnal dengan baik dan sesuai standar ketentuan yang berlaku,” jelasnya

“Kompetensi pelatihan yang akan dibangun yaitu peserta mampu menjelaskan standar website sebuah elektronik jurnal, mampu melakukan setting dan konfigurasi atas jurnal dikelola, mengatur tampilan website jurnal bisa menarik, memenuhi standar ketentuan yang berlaku secara umum, menguasai manajemen penerbitan secara elektronik tentu dengan penggunaan aplikasi open jurnal sistem, menjelaskan tentang strategi indeksasi dilembaga di pengindeks internasional bereputasi dan peserta diharapkan mampu menggunakan tool tambahan dalam menunjang pengelolaan secara elektronik,” rincinya.

Pelatihan juga menghadirkan narasumber lainnya yakni Tinton Dwi Atmaja dari Pusat Penelitian Tenaga Listrik dan Mekatronik LIPI, Andri Agus Rachman dari Balai Media dan Reproduksi-LIPI Press, dan Happy Chandraleka dari Sekretariat Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan, Kementerian Kesehatan. (shf ed sl )

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

*


two × 1 =