Cibinong, Humas LIPI. LIPI melalui Pusbindiklat Peneliti LIPI menyelenggarakan Pelatihan Pembentukan Jabatan Fungsional Peneliti Gelombang VII (Kelas IPS) yang berlangsung dari tanggal 2 – 27 November 2020, di Kampus Pusbindiklat LIPI, Kompleks Cibinong Science Center – Botanical Garden, Cibinong. Penyelenggaraan pelatihan didasarkan UU No. 5 tahun 2014 tentang Aparatur Sipil Negara (ASN), yang dipertegas PP No. 11 tahun 2017 tentang Manajemen Pegawai Negeri Sipil, tiap ASN jabatan fungsional harus memenuhi kompetensi teknis, manajerial dan sosio kultural dan sesuai dengan PP No. 101 tahun 2000 tentang Pendidikan dan Pelatihan Pegawai Negeri Sipil ditegaskan bahwa pendidikan dan pelatihan bagi PNS harus dapat meningkatkan pengetahuan, keahlian, keterampilan dan sikap agar dapat melaksanakan tugas jabatan secara profesional.
Plt. Kepala Subbidang Pendidikan dan Pelatihan Jabatan Fungsional, Arvita Rosmawati, S.Pi., M.Si. saat memberikan laporan penyelenggaraan mengatakan, “Kurikulum pelatihan mengacu pada standar kompetensi kebutuhan pada Jabatan Fungsional Peneliti Ahli Pertama, yaitu menguasai dasar keilmuan sesuai bidang kepakaran melalui tahapan mengidentifikasi masalah, melakukan penelusuran informasi ilmiah untuk mencari alternatif solusi atas masalah, menganalisis hasil dan menyampaikan hasil yang menjadi topik kegiatan pada tingkat dasar”.
Penilaian kinerja Jabatan Fungsional Peneliti tidak dilakukan hanya saat proses, namun syarat hasil kerja minimal didasarkan pada hasil akhir untuk memenuhi kompetensi dan hasil kerja minimal peneliti ahli pertama. “Oleh karena itu dibutuhkan kompetensi dasar dalam penyusunan proposal sebagai pembekalan dasar seorang peneliti, untuk melakukan kegiatan penelitian dan menghasilkan output penelitian yang berkualitas,” tambahnya.
Arvita menjelaskan sasaran dari penyelenggaraan pelatihan ini yang pertama terlatihnya CPNS atau PNS peneliti atau kandidat peneliti yang mampu melaksanakan tugas dan fungsi Jabatan Fungsional Peneliti sesuai jenjang jabatannya, dengan menerapkan etika peneliti dan penelitian. Kemudian yang kedua terpenuhinya kompetensi dasar untuk menduduki Jabatan Fungsional Peneliti Ahli Pertama sesuai bidang tugasnya.
“Pelatihan ini diikuti oleh 9 orang peserta yang berasal dari kelompok bidang keilmuan sosial. Proses pembelajaran dilakukan secara daring dengan pembelajaran sinkronus dan asinkronus”, tutup Arvita mengakhiri laporan.
PPJFP Gelombang VII ini diikuti beberapa instansi yaitu Pemerintah Kota Solok, Pemerintah Kota Cirebon, Kementerian Sosial dan Kementerian Desa Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi.
“Pelatihan ini full e-learning, dimana satu hal yang sangat penting adalah komitmen dari peserta. Pelatihan ini akan berlangsung selama 20 hari menggunakan sistem sinkronus dan ansinkronus. Karena pesertanya relatif lebih kecil atau setengah dari biasanya diharapkan keaktifan peserta untuk dapat memanfaatkan kesempatan ini dengan sebaik-baiknya, dalam berdiskusi secara optimal dengan fasilitator dan narasumber, “kata Plt. Kapusbindiklat Peneliti LIPI, Raden Arthur Ario Lelono, Ph.D., saat membuka pelatihan.
“PPJFP adalah suatu pelatihan dasar bagi peneliti khususnya peneliti pertama, dimana output dari pelatihan ini adalah setiap peserta mampu untuk membuat atau mengkontruksi proposal penelitian. Yang kemudian mampu untuk mengembangkan ide-ide penelitian dan menjawabnya serta mengkontruksinya dalam bentuk jurnal maupun karya tulis ilmiah, “tuturnya.
Arthur menambahkan, “Saya merasa pelatihan ini sangat penting karena dari proposal-proposal penelitian yang akan dibentuk pada kesempatan ini akan menjadi pembuka bagi peneliti untuk mendapat pendanaan-pendanaan baik internal maupun eksternal”.
“Setelah ini kami memiliki beberapa pelatihan terkait pengembangan kompetensi peneliti seperti pelatihan karya tulis ilmiah, jurnal maupun paten maupun pelatihan tentang bagaimana mendapatkan pendanaan-pendanaan riset. Karena ke depan peneltii dituntut dengan HKM yang tinggi, baik dari pertama, muda, madya sampai utama untuk tetap berkinerja tinggi dan tetap produktif khususnya di masa pandemi ini,” tutupnya (IkS ed sl).


Leave a Reply