Cibinong, Humas LIPI. Hasil Penelitian yang tepat dan akurat terlahir dari proses perencanaan penelitian yang baik, mulai dari penentuan masalah, penyusunan perancangan penelitian, memilih metodologi penelitian yang tepat dan proses pengolahan dan analisis hasil penelitian dengan referensi ilmiah yang luas . “Pelatihan metodologi sosial fokusnya yaitu pentingnya penelitian sosial berdasarkan tahapan yang dirancang penelitian yang telah ditetapkan dimulai dengan serangkaian kegiatan pengusulan data baik primer maupun sekunder, pengolahan analisis data diakhiri dengan melaporkan hasil penelitian dengan hasil penelitian dengan kaidah-kaidah ilmiah,” jelas Kepala Pusat Pembinaan, Pendidikan dan Pelatihan (Pusbindiklat) Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI), Ratih Retno Wulandari pada “Pelatihan Proposal Penelitian dan Metodologi Penelitian Sosial SDM Litbang PLN”, pada Senin (26/07)
Dirinya mengungkapkan tujuan pelatihan agar peserta dapat menghasilkan penelitian yang akurat mulai dari merancang, memilih metodologi yang tepat sampai dengan menyusun laporan penelitian yang baik. “Dalam melakukan penelitian memang perlu memilih dan menentukan metodelogi penelitian secara tepat, karena hal ini akan menentukan kredebilitas dan validitas hasil penelitian nantinya,” tutur Ratih. “Saya mengharapkan peserta saat ini berada pada kuadran yang baik, sehingga tujuan penelitian pelatihan ini bisa tercapai,” imbuhnya.
Selanjutnya Sutrisno Heru Sukoco, selaku Widyaiswara Madya Pusbindiklat LIPI menjelaskan bahwa tujuan umum pelatihan proposal penelitian dan metodologi penelitian sosial bagi SDM litbang PLN yaitu pertama, meningkatkan motivasi kepada pegawai lingkungan litbang PLN melakukan penelitian dengan baik. Kedua, mendorong proses penelitian secara efektif dan sistematis. Sedangkan tujuan khusus adalah untuk membekali SDM Litbang PLN dalam menjalankan tugas pokok dan fungsinya di bidang penelitian,” ungkapnya
Selain itu, dirinya berharap agar peserta pelatihan dapat mampu melakukan penelitian secara sistematis dengan menggunakan metodelogi penelitian yang benar dan dapat menyusun naskah laporan hasil penelitian dengan baik dan benar sesuai dengan kaidah ilmiah. “Peserta diharapkan memiliki kompetensi yaitu memahami metodelogi sosial meliputi metodelogi kualitatif maupun kuantitatif, mampu menyusun instrument yang digunakan dalam penelitian dan mampu menyusun laporan hasil penelitian,” ujarnya.
Adapun yang menjadi narasumber pelatihan terdiri dari para peneliti LIPI dan beberapa pejabat fungsional lainnya yang relevan dengan pelatihan antara lain: Cahyo Pamungkas, Maxensius Tri Sambodo, M. Alie Humaedi, Tupan, Naily Kamaliah, Mia Amelia, Rizka Rahmaida, Yogtavia Indah Kurniadewi, Fulgensius, Moch. Nurhasim, M. Sukarni, Rislima Sitompul. Proses pembelajaran direncanakan berlangsung dari tanggal 26 Juli hingga – 6 Agustus 2021 yang berisi kegiatan belajar mengajar secara fully e-learning daring terdiri dari pembelajaran baik synchronous (virtual class room) dan asynchronous (self learning/assisment). (shf ed sl)


Leave a Reply