Cibinong, Humas LIPI. Saat ini, publikasi ilmiah merupakan salah satu indikator utama dalam penilaian hasil kerja suatu penelitian. “Suatu penelitian yang baik dan dilaporkan serta ditulis dengan baik seharusnya dipublikasikan pada jurnal yang baik pula atau lebih dikenal dengan jurnal bereputasi atau jurnal terindeks global. Mengapa suatu jurnal dikatakan bereputasi? Apabila indeks-nya memang global,” jelas Kepala Pusat Pembinaan, Pendidikan dan Pelatihan (Pusbindiklat) Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI), Ratih Retno Wulandari pada “Pelatihan Penulisan Karya Tulis dalam Jurnal Ilmiah Terindeks Global”, pada Senin (02/08)
Dirinya mengungkapkan tujuan pelatihan agar peserta memiliki kemampuan untuk memenuhi standar mutu sebuah karya tulis ilmiah terindeks global, kemudian mampu menindaklanjuti saran perbaikan dari viewer dan mampu mempublikasikan KTI pada jurnal ilmiah terindeks global. “Kemampuan yang harus dipenuhi sesuai dengan tujuan pelatihan ini bukanlah kemampuan secara cepat bisa terpenuhi sekali dalam pelatihan selama 10 hari, proses agar karya ilmiah dapat diterbitkan dalam jurnal terindeks global membutuhkan pengalaman yang panjang,” jelas Ratih.
“Saya mengharapkan peserta semoga dapat menjalankan proses pembelajaran secara synchronous dan asynchronous dapat berjalan lancar dan peserta dapat menggali ilmu dari para fasilitator, sehingga tujuan pelatihan ini bisa tercapai dengan baik,” imbuhnya.
Selanjutnya Sutrisno Heru Sukoco, selaku Widyaiswara Madya Pusbindiklat LIPI menjelaskan bahwa tujuan pelaksanaan pelatihan penulisan karya tulis dalam jurnal ilmiah terindeks global yaitu meningkatkan motivasi para peserta, untuk mempublikasikan hasil penelitiannya jurnal ilmiah yang bermutu dan bertaraf internasional, mendorong jumlah KTI hasil penelitian yang terpublikasi pada jurnal ilmiah internasional bereputasi.
“Saya berharap, agar peserta pelatihan dapat mampu menulis manuscript KTI sesuai dengan kaidah, kemudian dapat menindaklanjuti komentar, saran dan revisi naskah agar dapat diterima pada jurnal terindeks global yang dituju. Selain itu, setelah mengikuti pelatihan, peserta mampu memenuhi standar mutu sebuah karya tulis ilmiah yang ditetapkan pada jurnal terindeks global, mampu menindaklanjuti saran dan perbaikan, mampu mempublikasikan KTI pada jurnal nasional bereputasi,” ujarnya.
Adapun yang menjadi narasumber pelatihan terdiri dari para peneliti LIPI dan beberapa pejabat fungsional lainnya yang relevan dengan pelatihan antara lain: Parmin, Evvy Kartini, Maxensius Tri Sambodo, Laely Nurhidaya, Tinton Dwi Atmaja, Andri Agus Rahman, Kurniawati Hastuti Dewi, Laely Nurhidayah, Lilis Mulyani, Ratno Nuryadi, dan Lilis Muryani.
Proses pembelajaran direncanakan berlangsung dari tanggal 02 – 13 Agustus 2021 yang berisi kegiatan belajar mengajar berbasis riset dengan cara yaitu pemaparan, sumbang saran (brainstorming), studi kasus, diskusi, simulasi, demonstrasi, problem solving, seminar, role play, penugasan, dan praktek bimbingan penulisan karya tulis ilmiah. (shf ed sl)


Leave a Reply