Cibinong, Humas LIPI. Proposal merupakan syarat awal peneliti ahli pertama memulai karirnya. Untuk itu Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) melalui Pusat Pembinaan, Pendidikan dan Pelatihan (Pusbindiklat) menyelenggarakan “Pelatihan Pembentukan Jabatan Fungsional Peneliti (PPJFP) bidang IPA Gelombang III” pada Jumat (09/07). “Fokus kompetensi yang diasah dalam PPJFP adalah penyusunan proposal. Mengapa proposal penelitian sangat penting dan perlu diuji kompetensi dalam pelatihan? Karena proposal penelitian akan menjadi guidance atau pemandu sebagai peneliti, bagi penyandang dana maupun pemberi kerja agar dapat melihat tujuan penelitian, permasalahan yang akan diselesaikan, metode yang akan dipakai, tahapan pelaksanaannya dan besaran biaya yang dibutuhakan,” jelas Ratih Retno Wulandari, selaku Kepala Pusbindiklat LIPI.
Dirinya mengungkapkan harapannya agar CPNS maupun PNS yang sudah memantapkan karir sebagai seorang peneliti jangan pantang menyerah, karena tantangan dan rintangan tentu sangat banyak. “PPJFP merupakan prasyarat bagi calon pejabat ahli pertama untuk menduduki jabatannya. Kurikulum merupakan kompetisi dasar yang dibutuhkan untuk memulai bidang tugasnya dalam melakukan penelitian, pengembangan dan pengkajian,” tutur Ratih.
Ratih juga menyampaikan, tujuan pelatihan agar peserta memiliki kompetensi dalam merancang proses penelitian sesuai dengan kaidah ilmiah yang berlaku, sehingga dapat menjalankan tugas dan fungsi sebagai peneliti ahli pertama berdasarkan peraturan perundangan sesuai dengan tujuan dibentuknya jabatan peneliti. “Salah satunnya adalah untuk membantu pemerintah memberikan solusi menyelesaikan berbagai masalah,” imbuhnya.
Selanjutnya Ratih menjelaskan bahwa proses pembelajaran akan berlangsung dari tanggal 9 Juli hingga 6 Agustus 2021 yang berisi kegiatan belajar mengajar mulai dari metode pembelajaran berbasis riset dengan cara pemaparan, sumbang saran (brainstorming), studi kasus, diskusi, simulasi, demonstrasi, problem solving, seminar, role play, penugasan, praktek, dan bimbingan.
Di akhir sambutannya, Ratih mengharapkan agar peserta dapat menjadi peneliti yang professional tidak hanya pelatihan klasikal, tetapi lebih model kolaborasi penelitian besar yang memberikan tambahan pengalaman dan kemampuan dalam penelitian. “Harapan saya agar temen-teman peserta dapat menjalin kerjasama seluas-luasnya dalam bidang penelitian agar mampu menghasilkan penelitian yang berdampak nyata atau dapat dipublikasikan pada jurnal-jurnal terakreditasi,” tutup Ratih.
Selanjutnya Sutrino Heru Sukoco, selaku Widyaiswara Madya Pusbindiklat LIPI, menjelaskan sasaran pembentukan pelatihan PPJFP yaitu terlatihnya CPNS atau PNS peneliti yang mampu melaksanakan tugas dan fungsi jabatan fungsional peneliti sesuai dengan jenjang jabatannya, menerapkan etika penelitian, terpenuhinya kompetensi dasar menduduki jabatan fungsional peneliti ahli pertama sesuai dengan bidang tugasnya,” ungkapnya
“Kompetensi pelatihan yang akan dibangun adalah menerapkan landasan penelitian sesuai kaidah ilmiah yang benar, merancang proposal penelitian dengan kaidah ilmiah yang benar, melakukan analisis dan interprestasi data ilmiah yang tepat, menerapkan penulisan ilmiah sesuai dengan kaidah dengan menggunakan tolls, review dalam prosesnya secara tepat, menerapkan tehnik presentasi ilmiah dari hasil penelitian yang dapat dipahami dengan benar, menerapkan tim efektif dalam kolaborasi dan sinergitas di kegiatan penelitian dengan benar, menerapkan riset integritiy dalam kegiatan penelitian dengan benar, menerapkan pengembangan PNS peneliti yang berkaitan tugas dan fungsinya sebagai peneliti dengan benar,” rinci Nino.
Selain itu, dirinya berharap peserta pelatihan dapat pula memahami kekayaan intelektual, prosedur mendapatkannya dengan benar, memahami jurnal ilmiah dan manajemen referensi dengan benar, melakukan uji kompetensi melalui penulisan proposal penelitian secara tatap muka maupun online, presentasi ilmiah, wawancara subtansi penelitian dan memahami program pelatihan dengan benar,” jelasnya.
Peserta pelatihan merupakan Aparatur Sipil Negara (ASN) dari berbagai instansi dan akademisi, antara lain Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian (Kementerian Pertanian), Badan Penelitian dan Pengembangan Daerah Kabupaten Malang, dan Badan Penelitian dan Pengembangan Daerah Kabupaten Sumba Timur.
Adapun yang menjadi narasumber pelatihan terdiri dari para peneliti LIPI dan beberapa pejabat fungsional lainnya yang relevan dengan pelatihan antara lain, Nasrullah Armi, Irwan Budi Iswanto, Andika Widya, Esa Prakarsa, Masteria Yunovilsa Putra, Cyntia Henny, Puspita Lidiyanti, Andria Agusta, Joeni Setijo Rahajoe, I Made Sudiana, Alpha Fadila Juliana Rahman, Yoke Pradanatama, Indra Riswadinata, Yogtavia Indah Kurniadewi, Naily Kamaliah, dan Andri Agus Rachman. (shf ed sl)


Leave a Reply