Cibinong, Humas LIPI. LIPI melalui Pusbindiklat Peneliti LIPI bekerjasama dengan Pusbindiklatren Bappenas menyelenggarakan Pelatihan Pengolahan Data Penelitian Sebagai Acuan Penyusunan Naskah Kebijakan. Pelatihan ini merupakan in house training yang diikuti oleh 5 orang pejabat struktural, 14 orang pejabat fungsional perencana, dan 1 orang pejabat fungsional widyaiswara yang seluruhnya berasal dari Bappenas. Pelatihan ini diselenggarakan dari tanggal 30 November – 4 Desember 2020 secara daring.
Kapusbindiklatren Bappenas, Dr. Guspika, MBA. dalam sambutannya mengatakan, “Tujuan dari pelatihan adalah untuk menyiapkan para peserta sebagai perencana, terutama untuk memperkuat kualitas dari hasil kerja output kegiatan-kegiatan yang mendukung perencanaan pembangunan. Nanti akan disampaikan materi-materi yang bukan hanya di dalam fase pengolahan datanya saja, tapi juga beberapa konsep dan teori yang berhubungan dengan penelitian. Bagaimana menghubungkan data, kemudian mengolah data, sampai dengan menyiapkan sajian-sajian yang diperlukan untuk perumusan kebijakan dan juga penyusunan rencana pembangunan”.
Guspika mengharapkan para peserta dapat mengikuti kegiatan pelatihan secara sungguh-sungguh, walaupun hanya diselenggarakan secara daring. Tak lupa ucapan terima kasih disampaikan kepada para fasilitator LIPI dan panitia penyelenggara kegiatan pelatihan. “Semoga kerja sama seperti ini di masa yang akan datang bisa lebih ditingkatkan. Dan bagi para peserta semoga selalu sehat dan dapat mengikuti kegiatan sampai selesai, agar bisa bermanfaat untuk mendukung peningkatan kualitas evidence base policy yang akan dilaksanakan,” tutupnya mengakhiri sambutan.
Plt. Kapusbindiklat Peneliti LIPI, Raden Arthur Ario Lelono, Ph.D. saat membuka acara menyampaikan ucapan terima kasih kepada Bappenas atas kerja sama penyelenggaraan pelatihan ini. “Pelatihan hari ini terkait dengan metode penelitian maupun penyusunan KTI berbasis evidence base, yang kurikulumnya disusun secara taylor made sesuai dengan kebutuhan para peserta Bappenas,” tuturnya.
Arthur mengatakan bahwa output dari pelatihan ini, para peserta akan dapat mengonstruksi policy brief atau naskah-naskah kebijakan dan rekomendasi terkait perencanaan pembangunan. Naskah-naskah tersebut tidak hanya berujung ke publikasi, tapi akan lebih banyak dimanfaatkan oleh para pengampu kebijakan dalam memberikan rekomendasi terkait arah pembangunan ke depan. “Untuk menyiasati kejenuhan pembelajaran secara daring, pelatihan ini akan mengkombinasikan metode sinkronus dan asinkronus. Dimana para peserta diharapkan dapat memanfaatkan materi pembimbingan dan dapat berinteraksi dengan para fasilitator melalui whatsapp group, untuk menjawab semua pertanyaan yang mungkin tidak bisa disampaikan seluruhnya pada saat pembelajaran,” jelasnya.
Sebagai penutup Arthur mengharapkan agar dalam waktu yang singkat ini para peserta akan mendapatkan gambaran menyeluruh dari pelatihan yang diikuti. “Namun saya yakin ke depan akan banyak sekali kegiatan pengembangan kompetensi, khususnya terkait KTI, proposal, metode penelitian yang dapat dikerjasamakan” , pungkasnya. (IkS).


Leave a Reply