Cibinong, Humas - LIPI. Peningkatan kapabilitas dan kualifikasi SDM Iptek pada institusi penelitian, pengembangan , dan/atau pengkajian, saat ini sedang digalakkan oleh Pemerintah. Salah satu wujud peningkatan kapasitas ini berupa Program Magang Riset dan Program Belajar Berbasis Riset. Program ini dapat dilakukan selaras dengan target penelitian yang ditetapkan, kolaborasi riset dan pelaksanaan pendidikan formal dengan perguruan tinggi. Kebutuhan untuk menyelaraskan tema riset yang dilakukan, dengan muatan dan substansi pendidikan formal adalah persyaratan utama dalam kedua program ini.
Selaras dengan hal tersebut, Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia melalui Pusat Pembinaan, Pendidikan dan Pelatihan (Pusbindiklat) LIPI menggelar Sosialiasi Program Magang Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM) dan Beasiswa Degree by Research University Teknologi Malaysia (UTM, pada Jum’at (7/5). “Program Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM) merupakan kebijakan Menteri Riset dan Teknologi, Pendidikan dan Kebudayaan (Menristekdikbud). Tujuan Program MBKM adalah untuk mendorong mahasiswa agar mampu menguasai berbagai keilmuan yang berguna untuk memasuki dunia kerja,” tutur Ratih Retno Wulandari dalam sambutannya.
Dirinya mengungkapkan, lama pelaksanaan MBKM ini minimal 1 semester (6 bulan) dan maksimal 2 Semester atau 1 tahun. “Salah satu syarat yang ditekankan dalam program ini adalah harus ada Kerjasama antara LIPI dengan Universitas terkait, ditambah dengan syarat peserta program harus berasal dari Prodi yang sudah terakreditasi,” jelas Ratih.
Ada sekitar 8 bentuk kegiatan yang dapat dipilih mahasiswa dalam memenuhi program ini, dua diantaranya yang akan ditawarkan oleh LIPI, yaitu Magang dan Penelitian. “Sesuai dengan arahan pimpinan, seluruh proses pendaftaran mahasiswa MBKM ini dikelola secara administratif oleh Pusbindiklat, sehingga Pusbindiklat yang akan mengatur proses kerjasamanya dan satuan kerja LIPI tinggal menyeleksi pendaftar MBKM yang sesuai dengan kebutuhan satuan kerja,” terang Ratih.
Sosialisasi dihadiri oleh satuan-satuan kerja LIPI dengan jumlah partisipan 100 orang. Selain MBKM juga disosialiasikan Program by Research kerja sama dengan Universiti Teknologi Malaysia (UTM). Ratih memaparkan jurusan apa saja yang dibuka, persyaratan, fasilitas yang didapat dan teknis pengajuan usulannya.
“Diharapkan satuan kerja bisa mengidentifikasi SDM di unit kerjanya yang membutuhkan peningkatan kualifikasi pendidikan S2/S3 yang sesuai dengan jurusan yang dibuka di UTM, agar dapat segera mendaftarkan diri. Hal ini sesuai target di Renstra LIPI, yakni untuk mencapai SDM IPTEK 70 % berpendidikan S3 di tahun 2024, yang mungkin nantinya akan menjadi target BRIN,” pungkas Ratih.(ca ed. sl)


Leave a Reply