Cibinong, Humas LIPI. Untuk meningkatkan kompetensi dalam mempersiapkan materi presentasi, membuat tayang presentasi, atau poster ilmiah dan menyampaikan presentasi ilmiah secara oral, maka peserta pelatihan akan mendapatkan materi-materi pembelajaran yang mendukung tujuan tersebut. “Teknik presentasi ilmiah adalah cara bagaimana kita mengomunikasikan hasil penelitian atau proposal penelitian pada komunitas ilmiah. Disamping harus menguasai topik atau konten yang dipresentasikan, kita juga harus memperhatikan bahan tayang yang akan dipakai supaya dapat menarik minat peserta. Bagaimana pun kita akan menyampaikan informasi agar menarik dan mengundang pendengar untuk fokus pada konten yang kita presentasikan,” jelas Kepala Pusat Pembinaan, Pendidikan dan Pelatihan (Pusbindiklat) Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI), Ratih Retno Wulandari pada “Pelatihan Teknik Presentasi Ilmiah SDM Litbang PLN”, pada Rabu (21/07
Dirinya mengungkapkan tujuan pelatihan agar peserta dapat menyampaikan rencana atau hasil penelitian dengan metode atau cara yang cepat sesuai dengan forum atau tepat yang di sasar. “Konten saja tidak cukup kita harus mengetahui cara atau strategi bagaimana untuk menyampaikannya supaya penerima pesan itu bisa memahami dan mengerti apa yang kita sampaikan, tentu saja pelatihan teknik presentasi ilmiah tidak hanya dibutuhkan peneliti namun seluruh pegawai memerlukan kompetensi ini untuk memberikan hasil kerjan, komunitas ataupun penyampaian informasi lainnya,” tutur Ratih.
Di akhir sambutannya, Ratih mengharapkan agar peserta dapat berinteraksi dengan baik dengan fasilitator dan dapat mengikuti pelatihan ini sungguh-sungguh agar tercapai tujuan pembelajaran, yaitu bapak/ibu dapat melakukan presentasi ilmiah dengan baik. “Harapan saya selama penyusunan tugas bapak/ibu dapat melaksanakan dengan baik dan menyelesaikan tugas sesuai tenggang waktu yang telah ditetapkan,” tutup Ratih.
Selanjutnya Sutrisno Heru Sukoco, selaku Widyaiswara Madya Pusbindiklat LIPI menjelaskan bahwa pelatihan teknik presentasi ilmiah yang melatarbelakangi keinginan untuk bisa mempresentasikannya dengan baik harus memenuhi 3 unsur yang saling mendukung yaitu memiliki konten/materi yang hebat, mendesain slide/bahan tayang yang hebat dan menyampaikan presentasi yang hebat sesuai dengan prinsip komunikasi efektf dan kaidah ilmiah,” ungkapnya
“Sasaran pelatihan ini adalah terlatihnya peserta yang mampu mempersiapkan materi presentasi, membuat bahan tayang/poster, dan menyampaikan presentasi ilmiah dengan baik ,” tambah Nino.
Selain itu, dirinya berharap, peserta pelatihan dapat memahami pentingnya komunikasi visual, menggali ide bahan tayang poster ilmiah sesuai dengan maksud dan tujuan presentasi, membuat mind map bahan tayang presentasi ilmiah dengan baik, menerapkan prinsip bahan tayang yang efektif, mengatur elemen bahan tayang yang baik, menggunakan elemen visual sesuai kaidah ilmiah yang baik untuk menggunakan pergerakan bahan tayang yang baik, menggunakan suara dan musik serta video bahan tayang, menerapkan bahan presentasi dengan baik, bagaimana membuka presentasi dengan baik, mengontrol gestur tubuh dengan baik, menerapkan etika bicara dengan baik, dan menerapkan kaidah informasi,” rincinya.
Adapun yang menjadi narasumber pelatihan terdiri dari para peneliti LIPI dan beberapa pejabat fungsional lainnya yang relevan dengan pelatihan antara lain, Lisman Suryanegara, Raden Arthur Ario Lelono, Indra Riswadinata, Agus Supriyono dan Ragil Yoga Edi. Proses pembelajaran direncanakan berlangsung dari tanggal 21-23 Juli 2021 yang berisi kegiatan belajar mengajar mulai dari metode pembelajaran yaitu pemaparan materi secara virtual, studi kasus, sumbang saran (brainstorming), diskusi, simulasi, demonstrasi, praktek/penugasan individu dan kelompok. (shf ed sl )


Leave a Reply