Cibinong, Humas LIPI. Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) melalui Pusat Pembinaan, Pendidikan dan Pelatihan (Pusbindiklat) menyelenggarakan “Pelatihan Metodologi Penelitian Sosial” gelombang ke-2, yang diikuti 20 ASN dari Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi, Pusat Penelitian dan Pengembangan Hukum Peradilan dan Balai Besar Pengkajian dan Pengembangan Teknologi Pertanian, serta Konsultan Independen, pada Senin (14/06).
Kapusbindiklat LIPI, Ratih Retno Wulandari, S.Sos., M.Si., mengungkapkan tujuan metodologi penelitian sosial yaitu para peserta dapat menghasilkan penelitian yang akurat dengan memilih metodologi penelitian yang tepat, meski yang bergabung dalam penelitian terdiri dari peneliti maupun non peneliti. “Pada dasarnya metodologi penelitian tidak mempunyai perbedaan mazhab dari sisi pemakainya siapapun yang melakukan penelitian perlu dan wajib untuk memilih metode penelitian yang tepat,” ungkapnya membuka sambutan.
Ratih menyampaikan hasil penelitian yang tepat dan akurat terlahir dari proses perencanaan penelitian yang baik yaitu melalui penentuan masalah, pemilihan metode penelitian yang tepat dan proses pengolahan analisis penelitian disertai referensi ilmiah yang luas. Pemilihan metode penelitian yang tepat memberikan kredibilitas kepada hasil penelitian yang nanti akan dicapai.
“Referensi ilmiah atau bahan bacaan yang dimiliki rekan-rekan semua akan sangat menentukan hasil akhir dari sebuah penelitian, selain dari metodologi yang digunakan. Apabila metodologi yang sudah bagus tidak disertai dengan referensi ilmiah yang kita miliki, bisa jadi sangat dangkal. Harapannya, bapak ibu diminta untuk membaca dan memperbanyak refrensi-referensi atau literatur ilmiah untuk mendukung dalam melakukan suatu penelitian, ” terang Ratih.
Selanjutnya Ratih menjelaskan bahwa proses pembelajaran yang akan berlangsung sejak tanggal 14 hingga 25 Juni 2021 tersebut terdiri kegiatan belajar mengajar mulai dari metode pembelajaran mandiri dan penugasan yang berbasis distance learning, metode pembelajaran klasikal dengan cara pemaparan, sumbang saran (brainstorming), studi kasus, diskusi, demonstrasi, problem solving, presentasi, praktik, studi lapangan, bimbingan pengolahan data, bimbingan penulisan laporan hasil ilmiah, dan seminar penulisan ilmiah,” rincinya.
Dirinya memaparkan Pelatihan Metodologi Penelitian Sosial memfokuskan pentingnya melakukan kegiatan penelitian sosial berdasarkan tahapan yang ditetapkan dalam metode penelitian yaitu melalui serangkaian penelusuran data baik primer maupun sekunder, pengolahan analisis data dan diakhiri dengan melaporkan hasil penelitian dengan menggunakan kaidah-kaidah ilmiah,” pungkas Ratih. (shf ed sl)


Leave a Reply