BRIN Selenggarakan Pelatihan Penulisan Karya Ilmiah Populer dan Pelatihan Teknik Pengukuran dan Kalibrasi Besaran Massa 2021 secara Serentak

Cibinong, Humas BRIN. Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) melalui Pusat Pembinaan, Pendidikan dan Pelatihan (Pusbindiklat) menyelenggarakan kegiatan Pelatihan Penulisan Karya Ilmiah Populer dan Pelatihan Teknik Pengukuran dan Kalibrasi Besaran Massa, pada Kamis (7/10).

Plt. Direktur Pengembangan Kompetensi, Deputi Bidang Sumber Daya Manusia Ilmu Pengetahuan dan Teknologi BRIN, Sudi Ariyanto dalam sambutannya menyampaikan terima kasih atas kepercayaan para peserta dalam proses peningkatan komptensi para peserta. “Merupakan kesempatan yang sangat baik bagi kami untuk berbagi kompetensi yang ada tempat kami. Seperti yang diketahui bahwa beberapa lembaga atau badan yang selama ini mandiri sebagai lembaga pemerintah non kementerian sekarang sudah bergabung ke dalam BRIN, BATAN, BPPT, LAPAN, LIPI dan ex Kemristek bergabung menjadi satu kesatuan dan berharap melalui semua ini ekosistem penelitian, pengembangan dan penerapan IPTEK dan juga hasil-hasil litbang bisa semakin baik dan mendukung pertumbuhan ekonomi Indonesia menuju kesejahteraan di Indonesia,” ungkapnya.

Sudi mengatakan alasan mengapa kita perlu mempelajari atau memiliki kompetensi di dalam menulis karya tulis ilmiah yang populer. “Ini menggabungkan dua gender ilmiah yang bahasanya lurus kering dan populer yang bahasanya kadang non formal, disajikan kepada audiens yang akan menjadi sasaran kita. Dan sering kali peneliti menemukan penemuan baru namun sulit untuk menjelaskan kepada khalayak yang lebih umum,’” tuturnya

“Ketika kita berbicara dengan sesama kita yang memiliki kompetensi yang sama, kita akan lebih mudah menggunakan terminologi-terminologi ilmiah yang sudah pahami bersama. Tetapi ketika kita berbicara kepada khalayak yang lebih umum kita menggunakan istilah yang kita pakai untuk kalangan kita sendiri dan masyarakat yang mendengarnya tidak tahu maksudnya apa. Nah untuk itu kita perlu memiliki kompetensi merancang dan memiliki kompetensi dalam menulis karya tulis ilmiah populer sesuai kaidah ilmiah tetapi juga tidak terlalu kaku seperti tulisan-tulisan di jurnal,” imbuh Sudi.

Dirinya mengatakan para peserta pelatihan karya tulis ilmiah populer ini akan melihat berbagai macam jenis karya tulis ilmiah, mengerti tahapan sistematika penulisan, strateginya, menilai etika penulisan, merancang kemudian mempresentasikan, menjelaskan dan membuat karya tulis ilmiah. “Pengalaman saya, dari orang-orang yang sudah memiliki karya-karya tulis yang populer ini ada dua hal yang perlu untuk kita pahami bersama. Orang bisa menulis biasanya karena dia suka membaca, jadi orang yang suka membaca belum tentu bisa menulis. Tetapi orang yang menulis harus selalu membaca,” ungkap Sudi.

“Nah teman-teman yang ikut pelatihan ini, hanya beberapa hari tetapi mempraktekkannya membutuhkan waktu seumur hidup dan begitu banyak gaya penulisan yang populer, pemilihan diksi atau pemilihan kata dan sebagainya yang menunjukkan berbagai ragam. Dengan membaca buku, membaca karya-karya tulis ilmiah populer, melihatnya, bisa itu menjadi bagian dari milik kita atau kita modifikasi dan sebagainya, itu yang sangat perlu dipahami,” jelas Sudi

Sudi memberikan contoh, misalnya Badan Informasi Geopasial akan menyampaikan hasil-hasil peneliitiannya, karya tulisnya mau ditulis seperti apa? Bisakah kita membayangkan yang membacanya itu ibu-ibu rumah tangga, anak-anak yang tingkat pendidikannya masih rendah, ini menjadi penmikiran kita bersama. Untuk membumikan atau mensosialisasikan ilmu-ilmu yang ada di tempat kita. Sudi berharap para peserta pelatihanterus berjuang dan berlatih untuk dapat memiliki kompetensi.

Pada kesempatan yang sama, kepada peserta pelatihan pengukuran dan kalibrasi besaran massa, Sudi mengungkap pertanyaan mengapa kita perlu melakukan kalibrasi. “Ada suatu berita ilustrasi tentang seorang bapak yang marah-marah ketika membeli suatu produk dari warung sebesar 1 kg, tetapi ketika sampai di rumah ditimbang ulang itu menjadi cuma 8 ons. Lalu pemilik warung berkata, “saya tidak mempunyai alat timbangan, yang saya gunakan sebagai alat ukuran adalah barang yang saya beli dari toko bapak.”

“Hal itu sebagai ilustrasi mengapa kita perlu untuk bisa mengenal betul apa yang dimaksud dengan kalibrasi. Kalibrasi ini merujuk kepada satu standar atau satuan yang baku yang dipakai bersama-sama untuk menentukan nilai dari suatu satuan besaran. Besaran massa ini berarti bobot. Teman-teman perlu untuk memahami mengapa kita perlu untuk melakukan kalibrasi dan mengukur dengan benar,” pungkas Sudi.

Sudi berharap para peserta pelatihan dapat mengikuti dengan sungguh-sungguh dengan sebaik-baiknya dan bisa mengikuti materi yang disampaikan dan berperan aktif dan setelah selesai pelatihan ini ada peningkatan kompetensi, menghasilkan karya-karya tulis ilmiah populer dan mengimplementasikan pengukuran dan proses kalibrasi.

Selanjutnya Sutrisno Heru Sukoco, Widyaiswara BRIN memaparkan pelatihan penulisan karya tulis ilmiah populer ini adalah angkatan pertama karena pelatihan ini baru dirilis setelah sebelumnya pedoman serta modul tahun lalu sudah ditetapkan, sehingga tahun ini bisa terlaksana pelatihan penulisan karya ilmiah populer. Para peserta dan pengajar terdiri dari bidang lmu sosial dan bidang ilmu IPA. ”Semoga pelibatan pengajar, pengampu maupun pembimbing dalam pelatihan ini bisa mengantarkan tujuan dan sasaran yang sudah ditetapkan dalam pelatihan ini,” harapnya.

“Sedangkan pelatihan pengukuran dan kalibrasi besaran massa ini merupakan babak baru karena selama ini pelatihan ini dilaksanakan secara offline atau klasikal, namun kali ini dilaksanakan secara fully e-learning, tetapi diharapkan pelaksanaan pelatihan ini tidak mengurangi khidmatnya acara kemudian pembelajaran yang aktif,” imbuhnya

Pelatihan penulisan karya tulis ilmia populer ini diikuti oleh 19 orang peserta antara lain dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, Balai Penelitian, Pengembangan, dan Statistik Daerah BAPPEDA DIY dan Badan Infornasi Geopasial. Sedangkan Pelatihan Teknik Pengukuran dan Kalibrasi Besaran Massa diikuti oleh 14 orang peserta dari PT. Indonesia Nippon Seiki, PT. Dian Megah, PT. TD Automotive Comprosser Indonesia, PT. Simex Pharmaceutical Indonesia, CV Asanka Wijaya, PT. Alfa Tjahaja Zafira, PT. Wahana Duta Jaya Rucika, Pusat Teknologi RoKet BRIN, PT. Universal Agri Bisnisindo dan PT. Flamed Calibration.

Sebagai informasi, pelatihan penulisan karya ilmiah populer diselenggarakan selama 10 hari kerja mulai tanggal 7 Oktober–21 Oktober 2021 menggunakan fully e-learning terdiri dari pembelajaran synchronous atau tatap muka maya dan asynchronous atau self learning atau mandiri. Sedangkan pelatihan pengukuran dan kalibrasi besaran massa diselenggarakan selama 2 hari mulai tanggal 7–8 Oktober 2021 menggunakan fungsi e-learning management system. (yn ed sl)

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

*


20 − 1 =