• Home
  • About Us
    • About P2W
    • People
      • Management
      • Researchers
      • Visiting Researchers
    • Institutional Partners
    • Annual Reports
  • Projects
  • News and Events
    • News
    • Events
      • Past Events
      • Upcoming Events
    • Opinions
    • Prominent Figures
  • Publications
    • Books
    • Newsletter
    • Working Papers
    • Policy Papers
    • Journal Kajian Wilayah
    • Book Reviews
  • Gallery
    • Photos
    • Videos
  • Contact
  • Sudut Pandang Amin Mudzakkir
Area as Rhizome: Japanese Studies at the Indonesian Institute of Sciences

Area as Rhizome: Japanese Studies at the Indonesian Institute of Sciences

5.0/5 rating 1 vote

Program Kajian Wilayah (area studies) di Amerika secara formal bermula dari kepentingan geopolitik Amerika pada 1950an untuk menangkal persebaran komunisme di Asia. Di Eropa, meskipun baru berkembang pada 1970an, kajian wilayah dipengaruhi oleh warisan imperialisme and kolonialisme abad ke-19. Sementara itu di Jepang, kajian wilayah baru berkembang pada 1980an, meskipun sejak abad ke-19 para ilmuwan Jepang telah meneliti bahasa dan budaya masyarakat di Laut Selatan. Pengetahuan tentang Jepang sebagai sebuah wilayah budaya (cultural area) baru berkembang pada 1940an melalui tulisan Ruth Benedict. Tulisan ini membahas konsep esensialisme kebudayaan dan konsep wilayah yang menjadi dasar kajian wilayah di Eropa, Amerika, dan Jepang sampai 1990an. Pada abad ke-20 and ke-21, pergerakan manusia, barang, dan gagasan yang cepat telah memicu krisis dalam konsep dan teori wilayah kebudayaan, dan pada akhirnya berdampak pada konsep dan metode yang dipakai dalam kajian wilayah. Dengan menggunakan pengalaman kajian Jepang di PSDR-LIPI, tulisan ini mempersoalkan kembali konsep “wilayah” dan “esensialisme budaya” dalam kajian wilayah. Dengan memanfaatkan pada teori Deleuze dan Guattari, tulisan ini mengusulkan konsep dan pendekatan konseptual yang menempatkan “wilayah” sebagai “rhizome” dan menawarkan metode penelitian kajian wilayah yang bermula dari prinsip wilayah sebagai sebuah jaringan (network).

Specifications

  • Language: English
  • Year: 2016
  • Author: Fadjar Ibnu Thufail

Social Share

Tweet

dokinfosimpegintra lipiepenelitiBanner KIP

Privacy Policy Legal Disclaimer « ISSN 2086-5309 » ContactCopyright © 2022 Research Center for Regional Resources - Indonesian Institute of Sciences (P2SDR-LIPI)
Working Papers