Proses migrasi orang-orang Bugis dari Sulawesi Selatan ke wilayah perbatasan Kalimantan Timur dan Sabah, berjalan dalam tiga gelombang: abad ke-17, tahun 1965an, dan 1980an hingga sekarang. Jika di wilayah perbatasan yang berada di Sabah. orang-orang Bugis memiliki identitas yang bervariasi, diantaranya Bugis Melayu, Bugis Sabah dan Bugis Indonesia, di wilayah perbatasan bagian Indonesia orang-orang Bugis memiliki identitas yang mengacu pada sub-etnik seperti Bone, Pinrang, dan Iain-Iain, selain juga sebagai Bugis, keluarga Sulawesi Selatan dan warga Indonesia. Penelitian tahun 2010 tentang diaspora Bugis di Sabah ini merupakan penelitian Ianjutan tentang kontestasi identitas diaspora Bugis di wilayah perbatasan Kalimantan Timur dan Sabah yang dimulai pada tahun 2009. Beberapa isu dilakukan pendalaman padapen kedua ini yakni tentang sejarah proses migrasi yang berlangsung sejak abad ke 17 dan kaitannya dengan migrasi kontemporer yang berlangsung belakangan ini. Apakah memang pionir-pionir bugis menjadi daya tarik bagi orang-orang bugis untuk datang belakangan ini; bagaimana diaspora jaringan bugis ini baik yang berada di daerah asal, maupun di wilayah lain seperti sabah; bagaimana proses integrasi orang-orang bugis dalam rangka ke Malaysian serta peran Diasporan Bugis pada Indonesia sebagai Negara asal; bagaimana proses penggalian, pemilihan dan pemeliharaan, tradisi dan budaya bugis dalam kerangka formasi identitas budayanya