Fokus buku ini adalah ruang sosial yang merupakan persinggungan antara aspek ketidakpastian dalam diskursus sains dan pengetahuan “tradisional” tentang gempa bumi dengan aspek tuntutan kepastian dalam diskurus penanganan atau mitigasi bencana. Dengan fokus tersebut, tulisan ini bertujuan untuk memahami sejauh mana singgungan (friction) tersebut dapat memunculkan sebuah pengetahuan tentang antisipasi, jaringan sosial, dan penanganan bencana gempa yang mengatasi perdebatan antara rasionalitas sains dan partikularitas pengetahuan lokal. Studi dilakukan di Sumatera Barat dan Yogyakarta dengan pertimbangan pertama bahwa daerah tersebut adalah wilayah rawan gempa. Pertimbangan kedua adalah di dua lokasi tersebut dapat dilakukan studi komparatif tentang aspek sosial dalam pengetahuan sains tentang gempa. Buku ini bersifat kualitatif dan menggunakan metode wawancara dan kajian arsip. Hasil dari tulisan ini diharapkan dapat dipakai sebagai bahan pertimbangan aspek sosial budaya dalam kebijakan penanganan bencana alam gempa