Abstract
Penelitian multiyears (2015-2019) ini dilakukan di kota-kota perbatasan Asia Tenggara, yaitu Thailand, Laos, dan Vietnam yang berbatasan langsung maupun tidak langsung dengan Tiongkok. Penelitian ini dilakukan dengan pendekatan interdisipliner. Kota perbatasan merupakan lokasi strategis bagi pergerakan transnasional baik manusia, barang, modal, informasi, dan ide-ide, sekaligus sebagai wilayah yang menghubungkan antara dua atau lebih negara yang berbeda di Asia Tenggara. Kota perbatasan tidak hanya berperan sebagai kota transit, tetapi ada juga yang berkembang menjadi kota perdagangan dan pusat industri sehingga menjadi tujuan para pendatang untuk mencari pekerjaan. Ekspansi ekonomi Tiongkok dan pergerakan manusia dari negara-negara tetangga, yaitu Thailand, Laos, dan Tiongkok akibat proses globalisasi mempengaruhi dinamika ekonomi, sosial, dan budaya masyarakat di perbatasan. Fokus penelitian tahun 2018 ini adalah menggali proses migrasi transnasional, identitas kelompok diaspora, aktivitas ekonomi dan perdagangan lintas batas di perbatasan Vietnam-Tiongkok. Pengumpulan data lapangan dilakukan di Hanoi dan Mong Cai, kota perbatasan Vietnam-Tiongkok yang menjadi salah satu jalur masuknya pergerakan barang dan manusia dari Tiongkok ke Vietnam dan sebaliknya. Saat ini, Mong Cai juga merupakan kota perbatasan terbesar dan pusat perdagangan, serta pariwisata di Vietnam.
Kata Kunci: migrasi transnasional, identitas, diaspora, perdagangan lintas batas, Mong Cai, Vietnam