ABSTRAK
Peran serta dan keterlibatan masyarakat dalam pembangunan merupakan kunci utama dari konsep pembangunan berkelanjutan. Berbeda dengan kebijakan lingkungan pada penelitian sebelumnya, kebijakan pembatasan emisi karbon di Rotterdam melalui Low Emission Zone (LEZ) justru muncul secara top-down langsung dari Uni Eropa. Rotterdam yang berperan sebagai wilayah penghubung (hub) antarkota maupun antarnegara di Uni Eropa, turut serta dalam penerapan kebijakan ini di kotanya. Tentunya kebijakan ini memiliki implikasi yang cukup signifikan bagi masyarakat kota Rotterdam yang terbiasa melalui bottom-up processes. Tujuan dari penelitian ini untuk memahami konteks keberlanjutan yang dilihat dari proses partisipasi masyarakat kota Rotterdam dalam penerapan LEZ. Dengan menggunakan metode kualitatif melalui wawancara, observasi lapangan dan studi pustaka, serta pendekatan interdisipliner, penelitian ini diharapkan dapat melihat konteks keberlanjutan yang dipahami oleh masyarakat kota Rotterdam dan kaitannya dalam kebijakan regional Uni Eropa. Selain itu, fase keberlanjutan akan dilihat dari perkembangan kota Rotterdam sebelum Belanda bergabung dengan Uni Eropa hingga saat ini, dan masa yang akan datang. Penelitian ini diharapkan mampu memberikan kontribusi tentang peran serta masyarakat dalam mendukung pembangunan kota yang berkelanjutan.
Kata kunci: low emission zone, transportasi berkelanjutan, kota berkelanjutan, sustainable urban transportation
Peneliti: Choerunisa Noor Syahid, M.Sc., Ayu Nova Lissandhi, S.Sos., M.Si., Devi Riskianingrum, S.S., M.A., Fachri Aidulsyah, S.Sos.