Salah satu tantangan dari pembangunan kota berkelanjutan adalah memberikan lingkungan yang layak bagi penduduknya sesuai dengan fungsi ruang dan aktivitas masyarakat di dalamnya. Penelitian tentang ruang hijau di Belanda menjadi penting sebagai respon krisis lingkungan global sekaligus perwujudan pembangunan berkelanjutan. Penelitian ini menggunakan pendekatan interdisipliner melalui analisa fenomena pengelolaan tata ruang dalam konteks lokal-global pembangunan kota berkelanjutan. Pendekatan interdisipliner digunakan karena isu “kota berkelanjutan” bersifat multidimensi, sehingga dibutuhkan lebih dari satu perspektif dalam mengkajinya, dalam penelitian ini multidisiplin yang terlibat antara lain antropologi, urban social planning dan sosiologi. Berdasarkan masalah penelitian yang dirumuskan, perspektif-perspektif ilmu tersebut diharapkan mampu menjawab pertanyaan tentang bagaimana ruang dimaknai, dinegosiasikan dan menjadi wahana distribusi ide pembangunan berkelanjutan. Dinamika ini juga memotret konteks pengelolaan ruang hijau sehingga penelitian ini berkontribusi untuk memperkaya kajian teoritis mengenai konstruksi ruang-ruang kota. Pertanyaan penelitian ini dijawab melalui metode kualitatif berupa pengumpulan data primer melalui wawancara, diskusi terfokus dan pengamatan, serta penelusuran literatur terkait sebagai data sekunder. Hasil dari penelitian ini ditemukan bahwa perhatian kebijakan lingkungan yang dimiliki Belanda juga telah mengatur pengelolaan tata ruang terutama yang terkait dengan “ruang” sebagai bagian dari kegiatan manusia dan memiliki dampak lingkungan dan sosial. Kebijakan ruang dalam konteks Belanda diartikulasikan sebagai tempat negosiasi yang diwujudkan dalam konsensus kolektif global dan regional Uni Eropa.
Kata Kunci: ruang hijau, kota berkelanjutan, Rotterdam, Belanda
Peneliti : Ayu Nova Lishandhi,S.Sos (Koordinator), Kurnia Novianti,M.Si,Choerunisa, M.Sc, Abdul Fikri Anggareksa, S.Sos
Tahun Penelitian 2017