• Home
  • About Us
    • About P2W
    • People
      • Management
      • Researchers
      • Visiting Researchers
    • Institutional Partners
    • Annual Reports
  • Projects
  • News and Events
    • News
    • Events
      • Past Events
      • Upcoming Events
    • Opinions
    • Prominent Figures
  • Publications
    • Books
    • Newsletter
    • Working Papers
    • Policy Papers
    • Journal Kajian Wilayah
    • Book Reviews
  • Gallery
    • Photos
    • Videos
  • Contact
  • Sudut Pandang Amin Mudzakkir

Projects

Ketahanan Pangan di Vietnam

09 March 2018
Written by P2SDR Hits: 4931
fShare
Tweet

Abstract

Pangan adalah hak asasi setiap manusia, dan di dalam pangan melekat nilai-nilai ekonomi, sosial, dan politik, yang menjadikannya pangan sebagai isu sensitif. Kecepatan pertumbuhan penduduk dunia yang tidak diikuti oleh kecepatan pertumbuhan produksi pangan menjadikan ketahanan pangan sebagai isu yang harus mendapatkan prioritas utama bagi setiap negara. Terdapat empat dimensi ketahanan pangan, yaitu ketersediaan, aksesibilitas, stabilitas, dan utilitas. Dari keempat dimensi tersebut, ketersediaan pangan masih menjadi isu penting dalam suatu negara. Oleh karena itu, pokok pembahasan dalam penelitian mengenai ketahanan pangan ini difokuskan pada bagaimana negara menyediakan pangan, sehingga dapat menjamin terciptanya ketahanan pangan nasional. Ketersediaan pangan idealnya dilakukan melalui memproduksi pangan sendiri (swasembada pangan). Namun, bila produksi dapat mencukupi kebutuhan dalam negeri atau negara tidak dapat memproduksi kebutuhan pangan warganya,maka hal yang harus dilakukan adalah dengan melakukan importasi pangan. Di antara keenam negara agraris di kawasan ASEAN, Vietnam dipilih sebagai negara dalam penelitian mengenai masalah ketahanan pangan karena saat ini Vietnam merupakan negara di kawasan Asia Tenggara yang memiliki produktivitas pangan yang tinggi. Dari penelitian yang telah dilakukan diketahui bahwa Vietnam mengkombinasikan antara pembangunan sektor pertanian dan perdagangan regional/internasional untuk menjaga ketahanan pangannya. Dalam sektor pertanian, beras masih menjadi simbol ketahanan pangan di Vietnam, yang menempatkannya pada posisi yang istimewa dalam kebijakan pembangunan, khususnya di sektor pertanian negara. Produksi beras yang tinggi, tidak saja dapat memenuhi kebutuhan dalam negeri, tetapi juga dapat mencapai surplus yang dapat diekspor ke manca negara. Namun, swasembada pangan bukanlah satu-satunya cara yang ditempuh Vietnam untuk mempertahankan ketahanan pangannya. Adanya perubahan konsumsi pangan masyarakat Vietnam saat ini membuat negara ini juga harus melakukan impor beberapa komoditas pangan untuk memenuhi kebutuhan dan permintaan pangan penduduknya yang tidak dapat diproduksi sendiri. Dengan demikian, perdagangan internasional kini juga masuk menjadi prioritas pemerintah Vietnam dalam menjaga ketahanan pangan nasionalnya.

Kata Kunci: pembangunan pertanian, ketahanan pangan, ketersediaan pangan, komoditas beras, Vietnam Selatan

Peneliti : Mayasuri Presilla, MA(Koordinator), Rucianawati,M.Hum , Suribidari, SS, Angga B. Bismoko, SE, Dina Srirahayu, S.Sos

Penelitian Tahun 2017

dokinfosimpegintra lipiepenelitiBanner KIP

Privacy Policy Legal Disclaimer « ISSN 2086-5309 » ContactCopyright © 2022 Research Center for Regional Resources - Indonesian Institute of Sciences (P2SDR-LIPI)
Projects