Imperium Rusia pada Masa Kepemimpinan Peter I: Latar Budaya
Peter I atau Peter yang Agung (Peter the Great) merupakan Tsar paling berpengaruh pada kebangkitan Rusia. Kebijakan westernisasi dan modernisasi yang digagas olehnya telah sukses mengubah Rusia menjadi sebuah negara yang besar. Pada abad ke-17, Rusia merupakan daerah terbelakang dan tertinggal dari Eropa Barat selama berabad-abad hampir di semua hal. Ilmu pengetahuan tidak berkembang, keinginan masyarakat untuk mempelajarinya juga tidak ada, bahkan matematika dan sains cenderung diabaikan dan dipandang rendah. Pada tahun 1768, sekembalinya ia dari perjalanan panjangnya mengunjungi negara-negara di Eropa Barat, Peter I memulai serangkaian reformasi di Rusia. Ia membawa banyak orang Barat ke Rusia dalam rangka mempercepat pengenalan teknologi dan industri. Selain itu, ia mengirim para pemuda Rusia ke Eropa Barat untuk mempelajari berbagai bidang.
Di bawah kekuasaannya, Peter I menggalakkan pengembangan industri dan perdagangan sehingga kota-kota di Rusia bertambah besar dan kaum borjuis juga bertambah banyak. Peter I juga menerapkan beberapa hal menyangkut kehidupan sosial. Peter mendorong westernisasi. Dia memutuskan bahwa semua jenggot harus dicukur, meskipun kemudian keputusan tersebut diubah olehnya, dan pria di pengadilan diperintahkan untuk berpakaian dengan gaya Barat dan didorong untuk mulai merokok dan minum kopi (Hart, 1993). Walau sempat mendapat pertentangan, namun efek jangka panjang dari kebijakannya itu adalah banyak aristokrat Rusia yang akhirnya mengembangkan budaya dan manner Barat. Peter I mendirikan sekolah sekuler di Rusia dan mendorong perkembangan sains. Dia juga memperkenalkan kalender Julian dan memodernisasi alfabet Rusia (Hart, 1993).
Hubungan Imperium Rusia - Monarki Prancis: Kunjungan Peter I ke Prancis, Louis XIV dan Versailles
Peter I mengunjungi Prancis pada bulan Mei hingga Juni di tahun 1717. Saat itu, Peter I menghabiskan sebagian besar waktunya menjelajahi jalanan Paris dan mengunjungi segala sesuatu yang berkaitan dengan pemerintahan Louis XIV. Ketika Peter I melakukan kunjungan, Prancis berada di bawah kepemimpinan raja muda Louis XV yang naik takhta saat berusia 5 tahun. Merujuk pada pernyataan dari Gwenola Firmin, Kepala Kurator Lukisan abad ke-18, Museum National Istana Versailles dan Istana Trianon pada media online Forbes dalam tajuk Leadership in Russia: The Legacy of Peter The Great - Retracing Peter’s Steps in France yang menyatakan bahwa kunjungan Tsar Peter I pada 1717 dianggap sebagai landasan hubungan diplomatik antara Prancis dan Rusia. Setelah kunjungan tersebut, perjanjian persahabatan dan perdagangan pertama antara Rusia - Prancis diadakan dan ditandatangani pada 15 Agustus 1717 di Den Haag. Hubungan kedua negara tersebut pun tumbuh sepanjang abad ke-18 di hampir semua bidang, di antaranya adalah bidang seni, ilmu pengetahuan dan teknologi (Karabel, 2017).
Selanjutnya, Peter I mengunjungi setiap peninggalan dari Le Grand Siècle (Abad Besar) seperti l’Académie des sciences (the Academy of Sciences), l’Académie royale de peinture et de sculpture (the Academy of Painting and Sculpture), La Monnaie (Paris Mint). Menurut keterangan dari situs resmi Museum Nasional Istana Versailles, Peter I juga mengunjungi Istana Versailles. Ia mengagumi taman istana yang dirancang membentang sejauh mata memandang. Istana Versailles menjadi inspirasi dari pembangunan Istana Peterhof di Saint Petersburg. Selain itu, Peter I merekrut sejumlah seniman, pengrajin, arsitek dan insinyur selama kunjungannya di Prancis seperti Jean-Baptist L Blond (arsitek), Nicolas Pineau (pengrajin), Jean-Marc Nattier dan Jan-Baptiste Oudry (seniman) untuk membantu membangun kota St. Petersburg dan Istana Peterhof, tempat kediaman istana Tsar di Teluk Finlandia (Gulf of Finland) (Karabel, 2017).

sumber: ru.ambafrance.org.
Hubungan Federasi Rusia - Republik Prancis: Kerja sama Kebudayaan, Pendidikan, dan Ilmu Pengetahuan
Kerja sama kebudayaan, pendidikan dan ilmu pengetahuan antara Prancis dan Rusia diterapkan dalam berbagai bentuk seperti beberapa diantaranya adalah pertukaran pelajar, promosi daya tarik masing-masing negara dan juga dukungan terhadap perubahan dan pengembangan ke arah yang lebih baik. Dalam bidang pendidikan, hampir sebanyak 4.000 siswa pada tahun 2015 berpartisipasi dalam program pertukaran pelajar antara Rusia dan Prancis, mengingat Prancis adalah destinasi pendidikan populer ketiga di Rusia.
Dilansir dari situs resmi Kementerian Eropa dan Luar Negeri Prancis, pada bidang kebudayaan, Rusia dan Prancis juga menggagas French-Russian Year of Cultural Tourism yang sayangnya harus berakhir pada tanggal 8 Desember 2017. Proyek kerjasama tersebut menghadirkan sejumlah pertunjukan acara kebudayaan dan sukses menggelar Pameran Ikon Seni Modern seperti beberapa diantaranya adalah The Shchukin Collection di La Fondation Louis Vuitton dan La Fondation Saint-Louis dan The Relics of the Sainte-Chapelle di Museum Kremlin di Moskow.
Di Versailles pada 29 Mei 2017, Presiden Prancis, Emmanuel Macron, dan Presiden Federasi Rusia, Vladimir Putin, sepakat untuk membuat forum masyarakat sipil Prancis-Rusia yakni Trianon Dialogue (Dialogue de Trianon). Pada tahun 2018, kerjasama antara Rusia dan Prancis kembali diadakan dalam rangka menyambut bulan Bahasa dan Sastra yang jatuh pada bulan Mei. Rusia menjadi tamu kehormatan dalam acara Paris Book Fair. Mengutip pernyataan dari Vincent Montagne, Ketua SNE (French Publishers Association) yang dilansir dari situs resmi Livre de Paris (Paris Book Fair) yang menyatakan bahwa hubungan sejarah, budaya, dan sastra antara Prancis dan Rusia memiliki keistimewaan dan keunikan tersendiri. Kesusastraan dan budaya yang berasal dari kedua negara tersebut berusaha untuk saling mendengarkan dan menanggapi satu sama lain. Paris Book Fair edisi 2018 menyelenggarakan dialog sastra yang intens terkait kesusastraan dari kedua negara. (prima)
*Annisa Lazuardi Rahma adalah mahasiswa magang di Pusat Penelitian Kewilayahan LIPI. Saat ini menempuh studi magister Jurusan Kajian Wilayah Eropa di Sekolah Kajian Stratejik dan Global, Universitas Indonesia.
Referensi
Hart, Michael H. 1993. The 100 a Ranking of The Most Influential Persons in History. London: A Citadel Press Book.
Karabel, Shellie. (5 November 2017). Leadership in Russia: The Legacy of Peter The Great diakses dari: https://www.forbes.com/sites/shelliekarabell/2017/11/05/leadership-in-russia-the-legacy-of-peter-the-great/#6b983d734999
France Diplomatie - Ministry for Europe and Foreign Affairs diakses dari: https://www.diplomatie.gouv.fr/en/country-files/russia/
Chateau de Versailles diakses dari:
http://en.chateauversailles.fr/discover/history/key-dates/visit-peter-great-1717
Livre Paris - Salon du Livre de Paris diakses dari: