Jakarta - Indonesia dan Afrika mempunyai hubungan sejarah yang sangat kuat. Sejarah panjang hubungan dagang Indonesia dan Afrika melalui rempah telah terbangun sejak abad ketiga dan terjalin erat hingga saat ini. Kepala Pusat Penelitian Kewilayahan LIPI, mengatakan bahwa penguatan hubungan dagang melalui jalur rempah sangat menjanjikan dengan tren kenaikan nilai setiap tahunnya. “Harapannya, tren ini akan semakin besar ke depan dengan rencana pemerintah meluncurkan aksi Spice Up the World yang akan dilaksanakan pada 2021 – 2024,” ujar Ganewati. “Salah satunya Afrika menjadi target untuk program Spice Up The World dari Indonesia,” tambahnya.
Diketahui bahwa Indonesia Spice Up The World merambah pasar kuliner yang berpotensi besar di Afrika. Melalui diplomasi kuliner, atau gastrodiplomasi ini, sasaran Indonesia bukan hanya pasar tradisional tetapi juga pasar non-tradisional. ”Gastrodiplomasi melalui makanan dan jalur rempah bagi Indonesia adalah peluang baru di pasar non tradisional dan membangun jalur ekonomi baru,” ungkap Ganewati. “ Diplomasi ekonomi ini juga menjadi pilar kebijakan luar negeri yang tidak dijalankan secara konvensional saja melainkan juga non konvensional,” sebutnya.
Oleh karena itu, melalui sistem ekonomi pasar bebas atau ekomi liberal akan dapat menciptakan efisiensi cukup tinggi dalam mengatur kegiatan perekonomian. “Hubungan bilateral antara Indonesia dengan salah satu negara di benua Afrika, yaitu Mozambik, telah melakukan liberalisasi ekonomi sebagai upaya untuk kemudahan investasi dengan penandatanganan free trade agreements (FTA),” jelas Ganewati. “FTA Indonesia dengan Mozambik menarik untuk di cermati dalam penguatan relasi dagang Indonesia dengan Afrika," ujarnya.
Selaras dengan Ganewati, Duta Besar Luar Biasa Berkuasa Penuh (LBBP) RI untuk Mozambik merangkap Malawi, Herry Sudrajat menerangkan prospek hubungan Indonesia dan Mozambik dalam tiga tahun ke depan sudah sangat erat. "Hubungan bilateral yang semakin baik ini diperkuat dengan ditandatanganinya PTA Indonesia - Mozambik pada Agustus 2019," sebutnya, Herry mengatakan perdagangan Indonesia-Mozambik masih surplus. "Ekspor RI ke Mozambik (Jan-Des 2019): USD 129,71 juta; Impor RI dari Mozambik (Jan-Des 2019): USD 19,61 juta; Volume Perdagangan (Jan-Des 2019): USD 149, 32 juta”, rinci Herry
Herry, merinci produk ekspor utama Indonesia ke Mozambik diantaranya: minyak kelapa sawit, kertas, insektisida, karung berbahan tekstil, margarin, plastik, biskuit, pipa, besi/baja, minyak nabati/hewani, olahan produk kimia, farmasi, sabun. Adapun produk impor utama Indonesia dari Mozambik, diantaranya: kacang-kacangan, kapas, tembakau, garam, sulfur, tembaga, lemak hewani dan nabati, minyak hewani dan nabati. “Peluang peningkatan perdagangan Indonesia - Mozambik berdasarkan PTA menunjukkan penurunan tarif atas 217 produk ekspor Indonesia dan penurunan tarif atas 242 produk ekspor Mozambik,” urai Herry.
Menilik Jalur Perdagangan Rempah
Masa lalu jalur perdagangan rempah terbagi beberapa kurun waktu. Erwiza menjelaskan perjalanan perdagangan rempah, yaitu: (1). Pada periode klasik: Afrika, merupakan bagian dari perdagangan dunia sejak masa klasik; (2). Abad 10-15 sudah mengenal, pusat perdagangan rempah di bawah kerajaan Islam terdesentralisir; sampai pada rute perdagangan Afrika Timur; (3). Abad 15-18, jalur perdagangan lewat Afrika di bawah kontrol Portugis dan VOC ; (4) Abad 19-20, jalur perdagangan Kolonial Barat
Sehingga, belajar dari peta jalur perdagangan rempah masa lalu menjadi pilihan yang harus dilakukan untuk prospek hubungan ekonomi rempah di masa depan. "Mulai dari sejarah perdagangan, kemiripan karakteristik budaya masakan, tingginya pertumbuhan ekonomi, hingga pemanfaatan PTA di Afrika diharapkan dapat menjadi bagian strategi diplomasi ekonomi ke Afrika serta membangkitkan kembali sejarah emas jalur rempah Indonesia," ujar Erwiza.
"Untuk itu, diperlukan lebih banyak kerja sama ekonomi yang bersifat bilateral-regional, sepertu prefential trade agreements (PTA) dan Free Trade Area (FTA)," tutup Erwza.(mtr/ags)
******
DISCLAIMER: Tim website psdr.lipindonesia.com hanya menjalankan tugas penyuntingan teknis. Konten tulisan yang dimuat sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Korespondensi lebih lanjut terkait substansi artikel silakan menghubungi HUMAS LIPI.