Jakarta - Indonesia memiliki banyak potensi yang dapat dikembangkan salah satunya adalah Wisata Halal. Tingginya potensi Wisata Halal salah satunya dipengaruhi oleh kebutuhan wisata yang sudah menjadi bagian dari gaya hidup. “Kalangan menengah keatas mengganggap pariwisata bagian dari lifestyle. Wisatawan Muslim cenderung mengajak keluarga untuk mengenalkan nilai-nilai Islam.” Jelas Peneliti Pusat Penelitian Wilayah LIPI, Rita Pawestri dalam Webinar “Prospek Wisata Halal bagi Indonesia: Pengalaman dari Taiwan”, pada Rabu 30/9.
Rita mengungkapkan, Wisata halal mulai berkembang dan menjadi gaya hidup seiring dengan peningkatan jumlah penduduk muslim dunia. “Hal tersebut tentu saja berpengaruh signifikan pada besarnya jumlah wisatawan muslim secara global, termasuk Indonesia”, imbuhnya.
Tercatat, dari data Bank Indonesia terdapat 140 juta wisatawan muslim di Indonesia pada 2018. Indonesia pun berhasil menempati salah satu World’s Best Halal Travel Destination versi Global Muslim Travel Index 2019. Ini menunjukkan besarnya potensi peningkatan ekonomi nasional melalui pengembangan wisata halal di Indonesia.
“Sebagai upaya pengembangan wisata halal yang berkelanjutan di Indonesia, tidak ada salahnya jika Indonesia menilik Taiwan,yang sebagai negara mayoritas non-Muslim telah berhasil mengembangkan pariwisata halal”, terang Rita.
Rita menyebutkan bahwa dalam pengembangan wisata halal, Taiwan menerapkan kebijakan dan strategi yang memang secara langsung membidik target wisatawan Muslim. “Fokus pengembangan mencakup 5 sertifikasi halal, yaitu muslim restaurant, muslim friendly restaurant, muslim friendly tourism, halal kitchen, dan muslim friendly tourist guide.” papar Rita. Dirinya mengatakan jumlah restaurant dan hotel bersertifikat halal atau ramah Muslim pun terus meningkat di Taiwan hingga mencapai 217 pada 2019.
“Dalam rangka menciptakan pariwisata ramah muslim, pemerintah Taiwan memfasilitasi toilet dengan tempat wudhu dan tempat ibadah, baik di ruang publik atau universitas,” ujar Rita. Dirinya menambahkan langkah promosi pariwisata halal di Taiwan antara lain kemudahan VISA, melakukan kerja sama dengan agen wisata dan otoritas lokal, mengembangkan Apps. Tourism, dan melalui Taiwan Expo.
Wisata halal sendiri merupakan sebuah konsep pariwisata yang ramah dengan wisatawan muslim dalam artian tersedianya fasilitas ibadah dan makanan halal sesuai syariat Islam. “Pariwisata halal bukan religious tourism. Pariwisata halal diperuntukkan umum, namun dilengkapi dengan layanan-layanan bagi wisatawan muslim.” tutup Rita. (iz/ed:mtr)
******
DISCLAIMER: Tim website psdr.lipindonesia.com hanya menjalankan tugas penyuntingan teknis. Konten tulisan yang dimuat sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Korespondensi lebih lanjut terkait substansi artikel silakan menghubungi HUMAS LIPI.