• Home
  • About Us
    • About P2W
    • People
      • Management
      • Researchers
      • Visiting Researchers
    • Institutional Partners
    • Annual Reports
  • Projects
  • News and Events
    • News
    • Events
      • Past Events
      • Upcoming Events
    • Opinions
    • Prominent Figures
  • Publications
    • Books
    • Newsletter
    • Working Papers
    • Policy Papers
    • Journal Kajian Wilayah
    • Book Reviews
  • Gallery
    • Photos
    • Videos
  • Contact
  • Sudut Pandang Amin Mudzakkir

Latest Update

 
Mar 15, 2022

Rempah, Alat Niaga Pendorong Pertemuan Lintas Bangsa

News Humas BRIN
Dec 31, 2021

Perdagangan Indonesia-Uni Eropa: Studi Kasus Hambatan Ekspor Ikan Tuna Indonesia ke Uni Eropa

Opinions Catherina Henderson*
Dec 31, 2021

Sejarah Perbatasan di Asia Tenggara: Mengupas Pengelolaan Perbatasan Di Vietnam

Opinions Lamijo
Dec 31, 2021

Ethiopia 2020–2021: Mengulang Masa Kelam Perpecahan Etnis

Opinions Angela Iban
Dec 28, 2021

Kota-Kota Perbatasan di Asia Tenggara: Arti Penting Kota Perbatasan Mong Cai bagi Vietnam

Opinions Lamijo

Menyoal Pluralisme dan Toleransi di Indonesia

News 19 July 2020
Written by Humas LIPI
fShare
Tweet

PNG

 

Jakarta - Pluralisme bisa bermakna interaksi antarindividu maupun kelompok dengan menunjukkan rasa saling menghormati dan toleransi. Keanekaragaman Indonesia baik dari segi budaya, bahasa, dan agama menjadi tolok ukur pemahaman akan plurarisme. 

“Dari berbagai keberagaman yang dimiliki, agama adalah salah satu aspek yang paling sering dibicarakan,” jelas Peneliti Pusat Penelitian Kewilayahan (P2W), Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI), Amin Mudzakkir, dalam acara webinar Pluralisme dan Toleransi di Indonesia: “Mitos atau Fakta” pada Rabu (8/7) lalu.

Pluralisme agama menjadi salah satu isu keagamaan yang berkaitan dengan Islam dalam hubungan antaragama dan negara. “Persoalan pluralisme ini secara akademis memiliki risiko. Seperti konteks keagamaan Islam berasal dari Arab dengan terbitnya Alquran, buku dan lain-lain dalam Bahasa Arab, tidak mudah konteks Arab dibawa ke Indonesia,” jelas Amin.

Dirinya mengatakan, butuh dialog yang intens untuk memahami pluralisme. “Saya mendukung pluralisme untuk keadilan sosial, dan menimbang-nimbang secara utuh untuk berdialog supaya bisa diterima dengan baik oleh masyarakat,” sebutnya. 

Amin juga menyinggung artikel Marcus Mietzner dan Burhanuddin, The Myth of Pluralism: Nahdlatul Ulama and the Politics of Religious Tolerance in Indonesia. Artikel tersebut berisi tentang nilai keberagaman yang tengah diejawantahkan Nahdlatul Ulama (NU). Informasi dari kepustakaan menyebutkan NU sebagai promotor pluralisme dan toleransi di Indonesia. Namun, Mietzner dan Burhanuddin berpendapat sebaliknya. Penelitian mereka memperlihatkan bahwa sebagian besar ‘pengikut’ NU sesungguhnya intoleran.

“Artikel tersebut melaporkan bahwa NU sebagai organisasi Islam terbesar di Indonesia memiliki tingkat intoleransi yang sama dengan umat muslim Indonesia pada umumnya,” jelas Amin.  

Artikel tersebut menunjukkan survei intoleransi ditemukan terbanyak di kalangan ‘pengikut’ bukan pada ‘anggota’ NU. “Data survei intoleransi yang disajikan belum sepenuhnya lengkap untuk kepentingan advokasi toleransi di Indonesia,” kata Amin.

Dirinya menyebutkan secara metodologi pada wacana pluralisme perlu penggunaan diksi dan gaya bahasa yang bisa dimengerti masyarakat, agar tidak ada kesalahapahaman.

Lebih lanjut Amin mengatakan, peranan para pemuka agama sangat diperlukan untuk menghasilkan istilah-istilah atau definisi dari pluralisme yang bisa dimengerti masyarakat. “Pluralisme kita terima sebagai perspektif untuk menjadi keberhasilan sebuah negara, di mana warga negara dapat menerima pluralisme sebagai warga negara dan tidak hanya sebagai individu,” tutup Amin. (shm/ed:mtr)

 

*****

DISCLAIMER: Tim website psdr.lipindonesia.com hanya menjalankan tugas penyuntingan teknis. Konten tulisan yang dimuat sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Korespondensi lebih lanjut terkait substansi artikel silakan menghubungi HUMAS LIPI. 

 

Latest Update

 
Mar 15, 2022

Rempah, Alat Niaga Pendorong Pertemuan Lintas Bangsa

News Humas BRIN
Dec 31, 2021

Perdagangan Indonesia-Uni Eropa: Studi Kasus Hambatan Ekspor Ikan Tuna Indonesia ke Uni Eropa

Opinions Catherina Henderson*
Dec 31, 2021

Sejarah Perbatasan di Asia Tenggara: Mengupas Pengelolaan Perbatasan Di Vietnam

Opinions Lamijo
Dec 31, 2021

Ethiopia 2020–2021: Mengulang Masa Kelam Perpecahan Etnis

Opinions Angela Iban
Dec 28, 2021

Kota-Kota Perbatasan di Asia Tenggara: Arti Penting Kota Perbatasan Mong Cai bagi Vietnam

Opinions Lamijo

dokinfosimpegintra lipiepenelitiBanner KIP

Privacy Policy Legal Disclaimer « ISSN 2086-5309 » ContactCopyright © 2022 Research Center for Regional Resources - Indonesian Institute of Sciences (P2SDR-LIPI)
News