Jakarta. Kamis, 16 Mei 2019, Pusat Penelitian Sumber Daya Regional-Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (P2SDR-LIPI), menerima kunjungan delegasi Pusat Kajian Afrika, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Universitas Airlangga (FISIP Unair), Surabaya, yang dipimpin oleh Dr. Pinky Saptandari E. P., M.A. Kunjungan ini dilakukan dalam rangka memetakan pengembangan studi Afrika di Indonesia. Pada kesempatan ini, delegasi dari Unair disambut langsung oleh Kepala P2SDR-LIPI, Dr. Ganewati Wuryandari, M.A. beserta tim peneliti Afrika P2SDR-LIPI yang terdiri dari Prof. Dr. Erwiza, M.A., Dr. Ahmad Helmy Fuady, Saiful Hakam, Muzzar Kresna dan Angela Iban. Selain itu, diskusi ini juga diikuti oleh salah satu mahasiswi asal Tanzania, yaitu Mrs. Diana yang telah lulus menempuh pendidikan sarjana arsitektur di Indonesia.

Tim peneliti Pusat Kajian Afrika Unair berfoto bersama dengan Kapus P2SDR dan tim Afrika P2SDR
Pusat Kajian Afrika-Unair didirikan pada tanggal 9 November 2018 atas kerja sama FISIP Unair dengan Badan Pengkajian dan Pengembangan Kebijakan, Kementerian Luar Negeri (BPPK-Kemlu). Dalam pengembangan studinya, Pusat Kajian Afrika-Unair ingin berdialog dengan tim peneliti Afrika P2SDR-LIPI yang telah terlebih dulu melakukan studi mengenai Afrika.
Tim peneliti Afrika P2SDR-LIPI, sudah memulai penelitiannya sejak tahun 2016. Topik yang diangkat terfokus pada dampak krisis global dan persoalan dinamika sosial-ekonomi di Afrika. Hingga tahun ini, tim peneliti Afrika P2SDR-LIPI sudah melakukan penelitian di tiga negara Afrika, yaitu Tanzania (2016, 2019), Kenya (2017), dan Ethiopia (2018). Salah satu temuan menarik dari hasil penelitian tersebut adalah mata rantai jalur perdagangan komoditas bunga potong yang tersebar di benua Afrika, Eropa, dan Asia, terutama Indonesia. Bunga potong ternyata menjadi salah satu komoditi ekspor yang berkembang pesat dari Afrika, terutama menjadi komoditi ekspor terbesar kedua di Ethiopia. Sejak Ethiopian Airlines membuka penerbangan langsung dari Addis Ababa ke Jakarta, berbagai jenis bunga potong dikirim dengan mudah dan cepat ke Indonesia. Pengalaman tim peneliti Afrika P2SDR-LIPI mengisahkan bahwa tidak jarang rute penerbangan ini sepi penumpang, namun kargo penuh dengan komoditi bunga potong.
Dalam pertemuan ini, tim peneliti Afrika P2SDR-LIPI juga berbagi hasil penelitiannya mengenai pengaruh Cina di Afrika, terutama pada pembangunan infrastruktur yang pesat. Salah satunya proyek Light Rail Transit (LRT) di Addis Ababa. Di Afrika, pengaruh Cina memang tidak terelakkan. Hal ini pun menjadi perhatian khusus bagi tim peneliti Afrika P2SDR-LIPI untuk melihat posisi Indonesia dalam dinamika perkembangan ekonomi Afrika. Hingga saat ini, minyak kelapa sawit (Crude Palm Oil, CPO) dan bubur kertas menjadi komoditas ekspor utama Indonesia ke Afrika. Namun, di tengah tren peningkatan perdagangan di Afrika, jumlah kantor Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Benua Afrika tidak bertambah. Sejak tahun 1960-an, tercatat hanya 15 KBRI yang ada untuk mewakili 54 negara akreditasi di Afrika. Banyak kekhawatiran yang muncul ketika Indonesia tidak lagi menambah kantor KBRI di Afrika. Salah satunya, Indonesia dapat meninggalkan peluang kerja sama ekonomi bahkan kontestasi politik luar negeri di Afrika.

Diskusi pengembangan Kajian Afrika
Sementara itu, Pusat Kajian Afrika-Unair berencana akan memulai fokusnya pada kerja sama di bidang akademik dengan universitas-universitas di Ethiopia. Hal ini didasari data bahwa tidak sedikit mahasiswa berkewarganegaraan Afrika yang melanjutkan pendidikan di universitas-universitas di Indonesia, khususnya di Unair. Bahkan beberapa alumni tercatat menjadi politikus di negaranya. Data ini menjadi perhatian khusus bagi Pusat Kajian Afrika-Unair yang menyatakan bahwa “jika warga negara Afrika bisa belajar di Indonesia, mengapa tidak juga sebaliknya”. Selain itu, Pusat Kajian Afrika-Unair juga akan mengadakan African Days pada Agustus 2019 dengan menghadirkan seluruh mahasiswa asal Afrika yang pernah dan sedang mengenyam pendidikan di Unair dan di Surabaya.
Kunjungan Pusat Kajian Afrika-Unair ke P2SDR-LIPI ini diharapkan dapat menjadi lembaran baru bagi pengembangan studi mengenai Afrika di Indonesia. Hal ini agar nantinya dapat memberikan sumbangsih terhadap peningkatan pemahaman dinamika pertumbuhan dan pembangunan ekonomi negara-negara di Afrika, sebuah kawasan yang masih memiliki banyak potensi bagi Indonesia. (Angela Iban)