
Jakarta, Humas LIPI. Negara Gajah Putih yang beribukota Bangkok ini mempunyai hubungan bilateral yang harmonis dengan Idonesia. Pada Era kemerdekaan Indonesia mempunyai hubungan diplomatik dengan Thailand sejak 1950.
Indonesia dan Thailand juga bekerjasama di bidang pariwisata. Kedua negara ini mempunyai potensi wisata yang besar sebagai tujuan wisata dunia seperti, wisata alam, belanja, kuliner dan sejarah. Peneliti Pusat Penelitian Kewilayahan LIPI, Rucianawati, mengatakan, “Kendala besar adalah bahasa ketika kita berwisata ke Thailand,” ungkapnya dalam “FORUM KAJIAN WILAYAH ke-1 bertajuk ‘Bincang-bincang Hubungan Kebudayaan Indonesia Thailand’ pada Sabtu, (6/2) lalu.
Orang-orang Indonesia banyak berlibur ke Bangkok dan kota-kota wisata di Thailand. Sebaliknya, tidak sedikit orang-orang Thailand berziarah ke Candi Borobudur dan bertamasya ke Pulau Bali. Ruciana menceritakan pengalamnya, “Saya merasa sangat nyaman dengan keramahan yang di berikan penduduk Thailand. Masalah sopan santun lalu lintas di jalan raya dengan tidak ada yang saling mendahului,” tuturnya. “Masyarakat disana mendahulukan orang yang hendak menyeberang dan saling mengalah, setidaknya ini yang saya lihat disana. “seperti di Kota Gede Yogyakarta,” imbuhnya.
Kedua negara memiliki kesamaan budaya meskipun agama dianut berbeda. Thailand negeri Budha sedangkan Indonesia sebagian besar penduduk menganut Islam. Masakan, adat istiadat, seni musik, dan seni tari ada kesamaan.
Banyak produk Thailand kuliner, musik, dan film digemari oleh orang-orang Indonesia. Tom Yam dan Thai Milk Tea ada di berbagai kota di Indonesia, tutur Ruciana. Orang-orang Bangkok mulai menyukai makan tempe meskipun harganya masih sangat mahal.
Terkait dengan dunia riset, Rucianawati menjelaskan bahwa studi LIPI, pernah melakukan beberapa penelitian tentang Etnisitas, Kebudayaan, Perdagangan Transnasional, dan Pembangunan Pertanian di Thailand.
“Meskipun Thailand, sering terjadi kudeta militer dan gonjang-ganjing politik, negara benar-benar punya visi yang kuat, kokoh, dan terpadu dalam bidang pertanian terutama beras dan buah-buahan. Negara benar-benar serius mendorong dunia pertanian dan membantu pembukaan pasar ekspor. Maka tidak mengherakan produk-produk pertanian dengan logo made in Thailand yang sangat khas itu membanjiri pasar Asia Tenggara dan bahkan Indonesia.
Peneliti senior P2W-LIPI tersebut juga menceritakan bahwa berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya, tempat-tempat pariwisata di Thailand kini banyak yang menyediakan hidangan halal, tempat shalat, dan ramah kepada kebutuhan pelancong-pelancong muslim Indonesia dan Malaysia. Orang-orang Thailand mirip orang-orang Jawa punya budaya mengalah, menahan diri, dan bersikap ramah kepada sesama manusia. {agn/ed:swa, mtr)
***********************************
DISCLAIMER: Tim website psdr.lipindonesia.com hanya menjalankan tugas penyuntingan teknis. Konten tulisan yang dimuat sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Korespondensi lebih lanjut terkait substansi artikel silakan menghubungi HUMAS LIPI.