Jakarta. Isu kebijakan kesehatan di Indonesia menarik untuk dikaji terlebih dengan adanya program pelayanan kesehatan seperti BPJS Kesehatan. Program BPJS Kesehatan ditawarkan oleh pemerintah untuk masyarakat Indonesia untuk memastikan bahwa kesehatan masyarakat terjamin. Paparan mengenai kebijakan kesehatan di Indonesia ini disampaikan oleh Daiki Ayuha, M.A. kandidat PhD dari University of Tokyo, Jepang dalam Forum Kajian Wilayah (FKW), P2SDR-LIPI pada 15 Mei 2019 dengan mengusung tema “Governing Health Risk in Current Indonesia: Pendekatan Antropologi ke Aspek Sosial dan Budaya dari Kebijakan Kesehatan”. Diskusi ini mengundang tamu eksternal seperti perwakilan dari Badan Penelitian dan Pengembangan Kementerian Kesehatan.

Daiki Ayuha mempresentasikan hasil penelitiannya
Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dan deskriptif. Salah satu metode pengumpulan data yang digunakan oleh penyaji adalah dengan mengumpulkan informasi dari berbagai pihak baik penyedia dan pengguna pelayanan kesehatan BPJS Kesehatan. Sebelum melihat lebih dalam terkait kebijakan kesehatan di Indonesia menggunakan pendekatan antropologi ke aspek sosial dan budaya, penyaji juga menjelaskan kebijakan kesehatan di Jepang, negara asalnya. Dalam paparan ini, isu trust menjadi topik yang dominan dalam melihat kebijakan kesehatan di Indonesia terutama ketika membahas efektivitas dan efisiensi dari BPJS Kesehatan. Trust pasien atau masyarakat pemilik BPJS Kesehatan menjadi bahan diskusi yang paling banyak diperbincangkan dalam forum.

Forum Kajian Wilayah (FKW), 15 Mei 2019
Kegiatan ini merupakan bagian dari sharing knowledge antara peneliti dari negara lain yang telah menyelesaikan penelitian di Indonesia dengan para peneliti di Indonesia. Daiki Ayuha telah melakukan penelitian di Indonesia selama tiga tahun dengan menggandeng Dr. Fadjar I. Thufail (P2SDR) sebagai Indonesian Counterpart (Mitra Kerja Indonesia). (Meilinda Y)