• Home
  • About Us
    • About P2W
    • People
      • Management
      • Researchers
      • Visiting Researchers
    • Institutional Partners
    • Annual Reports
  • Projects
  • News and Events
    • News
    • Events
      • Past Events
      • Upcoming Events
    • Opinions
    • Prominent Figures
  • Publications
    • Books
    • Newsletter
    • Working Papers
    • Policy Papers
    • Journal Kajian Wilayah
    • Book Reviews
  • Gallery
    • Photos
    • Videos
  • Contact
  • Sudut Pandang Amin Mudzakkir

Latest Update

 
Mar 15, 2022

Rempah, Alat Niaga Pendorong Pertemuan Lintas Bangsa

News Humas BRIN
Dec 31, 2021

Perdagangan Indonesia-Uni Eropa: Studi Kasus Hambatan Ekspor Ikan Tuna Indonesia ke Uni Eropa

Opinions Catherina Henderson*
Dec 31, 2021

Sejarah Perbatasan di Asia Tenggara: Mengupas Pengelolaan Perbatasan Di Vietnam

Opinions Lamijo
Dec 31, 2021

Ethiopia 2020–2021: Mengulang Masa Kelam Perpecahan Etnis

Opinions Angela Iban
Dec 28, 2021

Kota-Kota Perbatasan di Asia Tenggara: Arti Penting Kota Perbatasan Mong Cai bagi Vietnam

Opinions Lamijo

Fotogrametri, Tahap Baru Konservasi Candi Borobudur

News 20 February 2020
Written by Upik Sarjiati
fShare
Tweet

Liputan Borobudur 3

Dr. Hiroshi Yamaguchi menjelaskan teknik fotogrametri (upiks)

Magelang - Candi Borobudur selalu memiliki daya tarik tersendiri bagi wisatawan asing maupun domestik. Setiap tahunnya, jumlah pengunjung Candi Borobudur rata-rata mencapai 4,6 juta orang. Sebagian besar pengunjung tersebut pasti tertarik untuk naik ke atas bangunan candi. Sayangnya, jumlah pengunjung yang membeludak itu ternyata melebihi kapasitas Candi Borobudur yang idealnya hanya bisa menampung sekitar 128 orang per hari atau sepersepuluh dari jumlah total pengunjung saat ini. Apabila tren ini terus berlanjut, salah satu Candi Budha terbesar di dunia tersebut dikhawatirkan akan rusak. Terbukti hingga saat ini, kondisi lantai candi semakin rentan akan bebatuan aus.

Berbagai upaya dilakukan untuk menyusun strategi konservasi Candi Borobudur maupun mengurangi jumlah pengunjung yang naik ke bangunan candi. Salah satunya, Pusat Penelitian Kewilayahan (P2W-LIPI) bekerja sama dengan Art Research Center Ritsumeikan University dan Balai Konservasi Borobudur (BKB) melakukan kegiatan penelitian Manajemen Digital dalam Pengelolaan Warisan Budaya. Pada Rabu, 22 Januari 2020, anggota tim peneliti Jepang Dr. Hiroshi Yamaguchi (arkeolog) dan Dr. Liang Li (ahli ilmu komputer) memberikan pelatihan kepada staf borobudur tentang tata cara pengambilan foto Borobudur sebagai bagian dari teknik fotogrametri. Koordinator riset, Dr.  Fadjar I. Thufail (P2W-LIPI), mengatakan bahwa teknologi fotogrametri sangat penting dimanfaatkan untuk membantu pengelolaan cagar budaya. “Dibandingkan teknologi laser scanning, fotogrametri adalah teknologi yang mudah digunakan dan berbiaya lebih murah. Oleh karena itu, LIPI bekerja sama dengan Ritsumeikan University dan BKB mengembangkan konsep pengelolaan warisan budaya di Indonesia berbasis teknologi fotogrametri digital” kata Dr. Fadjar.  

 

Liputan Borobudur 1

Peneliti LIPI dan BKB mendengarkan penjelasan peneliti Jepang tentang teknik fotogrametri (upiks)

Dalam rangka monitoring dan evaluasi, Kepala P2W-LIPI, Dr. Ganewati Wuryandari, bertemu langsung dengan Direktur BKB, Drs. Tri Hartono M.Hum,  dan semua anggota peneliti untuk membicarakan tahapan riset dan target penelitian yang akan dicapai. Pada tahap pertama disepakati akan membuat fotogrametri lorong 1 Candi Borobudur. Selain itu, penelitian sosial yang akan dilakukan oleh tim peneliti dari LIPI akan difokuskan pada identifikasi elemen relief Borobudur yang bisa dikembangkan lebih lanjut untuk pengembangan potensi masyarakat.

Konsep pengembangan kawasan Borobudur memiliki keterkaitan yang erat dengan konsep pengembangan dan pengelolaan cagar budaya di Jepang. Sejak tahun 1970an, JICA terlibat dalam pengembangan kawasan Borobudur dengan merujuk pada  konsep pengelolaan warisan yang diterapkan di Jepang. Pemerintah Indonesia bisa belajar banyak dari pengalaman Jepang yang sejak lama terlibat dalam pengelolaan cagar budaya berteknologi tinggi di tingkat dunia. (upiks) 

Latest Update

 
Mar 15, 2022

Rempah, Alat Niaga Pendorong Pertemuan Lintas Bangsa

News Humas BRIN
Dec 31, 2021

Perdagangan Indonesia-Uni Eropa: Studi Kasus Hambatan Ekspor Ikan Tuna Indonesia ke Uni Eropa

Opinions Catherina Henderson*
Dec 31, 2021

Sejarah Perbatasan di Asia Tenggara: Mengupas Pengelolaan Perbatasan Di Vietnam

Opinions Lamijo
Dec 31, 2021

Ethiopia 2020–2021: Mengulang Masa Kelam Perpecahan Etnis

Opinions Angela Iban
Dec 28, 2021

Kota-Kota Perbatasan di Asia Tenggara: Arti Penting Kota Perbatasan Mong Cai bagi Vietnam

Opinions Lamijo

dokinfosimpegintra lipiepenelitiBanner KIP

Privacy Policy Legal Disclaimer « ISSN 2086-5309 » ContactCopyright © 2022 Research Center for Regional Resources - Indonesian Institute of Sciences (P2SDR-LIPI)
News