• Home
  • About Us
    • About P2W
    • People
      • Management
      • Researchers
      • Visiting Researchers
    • Institutional Partners
    • Annual Reports
  • Projects
  • News and Events
    • News
    • Events
      • Past Events
      • Upcoming Events
    • Opinions
    • Prominent Figures
  • Publications
    • Books
    • Newsletter
    • Working Papers
    • Policy Papers
    • Journal Kajian Wilayah
    • Book Reviews
  • Gallery
    • Photos
    • Videos
  • Contact
  • Sudut Pandang Amin Mudzakkir

Latest Update

 
Mar 15, 2022

Rempah, Alat Niaga Pendorong Pertemuan Lintas Bangsa

News Humas BRIN
Dec 31, 2021

Perdagangan Indonesia-Uni Eropa: Studi Kasus Hambatan Ekspor Ikan Tuna Indonesia ke Uni Eropa

Opinions Catherina Henderson*
Dec 31, 2021

Sejarah Perbatasan di Asia Tenggara: Mengupas Pengelolaan Perbatasan Di Vietnam

Opinions Lamijo
Dec 31, 2021

Ethiopia 2020–2021: Mengulang Masa Kelam Perpecahan Etnis

Opinions Angela Iban
Dec 28, 2021

Kota-Kota Perbatasan di Asia Tenggara: Arti Penting Kota Perbatasan Mong Cai bagi Vietnam

Opinions Lamijo

Digitalisasi sebagai Alternatif Pengelolaan Warisan Budaya

News 23 April 2021
Written by Humas LIPI
fShare
Tweet

Jakarta, Humas LIPI. Indonesia adalah potret kebudayaan yang multikultur dan memiliki kekayaan warisan budaya yang luar biasa ragamnya, karena itulah menjadi bangsa yang besar. Namun demikian harus diakui bahwa di dalam aspek pengelolaan warisan budaya, masih menghadapi tantangan. “Kehadiran teknologi melalui digitalisasi menjadi salah satu alternatif solusi untuk dapat mengelola warisan budaya menjadi lebih efisien. Perekaman dan pendataan digital warisan-warisan budaya di Indonesia termasuk juga di Candi Borobudur, merupakan cara baru pemanfaatan teknologi digital untuk pengelolaan warisan budaya,” demikian sambutan Ganewati Wuryandari, Kepala Pusat Penelitian Kewilayahan LIPI pada acara Seminar Ekspose Hasil Penelitian “Digitalisasi Dan Visualisasi 3D Candi Borobudur yang diselenggarakan secara daring pada Kamis (22/4).

“Format digitalisasi ini penting disertasi tidak hanya aspek ekonomi melainkan bisa juga dimanfaatkan untuk berbagai kepentingan lainnya seperti entertainment, pendidikan, dan juga riset serta turis,” tegas Ganewati. Selama ini kegiatan riset dan pengelolaan warisan budaya Candi Borobudur secara digital masih sangat terbatas sehingga diperlukan kajian atau pelatihan yang lebih mendalam atas pemanfaatan teknologi digital untuk memperluas interprestasi kajian warisan budaya dan model pengelolaan warisan budaya ke depannya, lanjutnya. “Dalam hal ini LIPI melalui Pusat Penelitian Kewilayahan atau yang disingkat dengan P2W LIPI telah bekerja sama dengan Art Research Center Universitas Ritsumeikan dan juga Balai Konservasi Borobudur mengembangkan kajian Humaniora Digital. Kerja sama ini memanfaatkan teknologi digital berupa perekaman digital dan visualisasi 3D untuk menggali aspek arkeologi dan historis yang selama ini luput dari penelitian-penelitian yang sudah ada mengenai Candi Borobudur,” jelas Ganewati.

Pada kesempatan yang sama, Fadjar Ibnu Thufail, peneliti Pusat Penelitian Kewilayahan LIPI  lebih menyoroti pada segi “Kerangka Humaniora Digital (Digital Humanities) untuk Digitalisasi Borobudur”. “Ada 4 faktor yang penting atau menjadi salah satu faktor yang sangat krusial dalam perdebatan digital humanities yang relevan untuk kegiatan pengeloaan cagar budaya, yaitu: menggabungkan aspek teknis (komputasi) dengan aspek interprestasi (soshum) ke dalam satu kerangka analisis, Argumen (teoritis, kebijakan) tidak lagi sekedar teks, tetapi multimedia (visual, suara), Terbuka terhadap proses eksperimen dan yang terakhir Memerlukan proses riset dan kebijakan pengelolaan warisan budaya yang bersifat kolaboratif,” tegas Fadjar.

Lebih lanjut Fadjar menyampaikan bahwa target Digitalisasi Borobudur, ada 4 target yaitu Model 3D Terintegrasi dengan menggunakan Data: Model Relief, Model Candi, Model Transparan; Visualisasi Transparan dengan menggunakan data : Model 3D, CAD, Arsip; Model 3D Relief dengan menggunakan Data: Fotogrametri Jarak Dekat (Close-range), Artificial Intellgence, menggunakan visualisasi transparan dari bangunan Borobudur, sehigga bisa dilihat struktur candi itu sendiri dengan menggunakan model 3 dimensi serta Model 3D Candi dengan menggunakan data: Fotogrametri Aerial; Terrestrial Laser Scanning secara keseluruhan global. “Diharapkan model 3D yang dihasilkan tersebut dapat dimanfaatkan untuk kepentingan pelestarian dan penelitian Candi Borobudur, serta mendukung aspek pendidikan publik dan pariwisata,” demikian Fadjar mengakhiri paparannya.(Rdn/Agn).

 

 

---------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------

DISCLAIMER: Tim website psdr.lipindonesia.com hanya menjalankan tugas penyuntingan teknis. Konten tulisan yang dimuat sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Korespondensi lebih lanjut terkait substansi artikel silakan menghubungi HUMAS LIPI. 

Latest Update

 
Mar 15, 2022

Rempah, Alat Niaga Pendorong Pertemuan Lintas Bangsa

News Humas BRIN
Dec 31, 2021

Perdagangan Indonesia-Uni Eropa: Studi Kasus Hambatan Ekspor Ikan Tuna Indonesia ke Uni Eropa

Opinions Catherina Henderson*
Dec 31, 2021

Sejarah Perbatasan di Asia Tenggara: Mengupas Pengelolaan Perbatasan Di Vietnam

Opinions Lamijo
Dec 31, 2021

Ethiopia 2020–2021: Mengulang Masa Kelam Perpecahan Etnis

Opinions Angela Iban
Dec 28, 2021

Kota-Kota Perbatasan di Asia Tenggara: Arti Penting Kota Perbatasan Mong Cai bagi Vietnam

Opinions Lamijo

dokinfosimpegintra lipiepenelitiBanner KIP

Privacy Policy Legal Disclaimer « ISSN 2086-5309 » ContactCopyright © 2022 Research Center for Regional Resources - Indonesian Institute of Sciences (P2SDR-LIPI)
News