• Home
  • About Us
    • About P2W
    • People
      • Management
      • Researchers
      • Visiting Researchers
    • Institutional Partners
    • Annual Reports
  • Projects
  • News and Events
    • News
    • Events
      • Past Events
      • Upcoming Events
    • Opinions
    • Prominent Figures
  • Publications
    • Books
    • Newsletter
    • Working Papers
    • Policy Papers
    • Journal Kajian Wilayah
    • Book Reviews
  • Gallery
    • Photos
    • Videos
  • Contact
  • Sudut Pandang Amin Mudzakkir

Latest Update

 
Mar 15, 2022

Rempah, Alat Niaga Pendorong Pertemuan Lintas Bangsa

News Humas BRIN
Dec 31, 2021

Perdagangan Indonesia-Uni Eropa: Studi Kasus Hambatan Ekspor Ikan Tuna Indonesia ke Uni Eropa

Opinions Catherina Henderson*
Dec 31, 2021

Sejarah Perbatasan di Asia Tenggara: Mengupas Pengelolaan Perbatasan Di Vietnam

Opinions Lamijo
Dec 31, 2021

Ethiopia 2020–2021: Mengulang Masa Kelam Perpecahan Etnis

Opinions Angela Iban
Dec 28, 2021

Kota-Kota Perbatasan di Asia Tenggara: Arti Penting Kota Perbatasan Mong Cai bagi Vietnam

Opinions Lamijo

Bedah Buku ‘Hambatan Perdagangan Nontarif Uni Eropa dan Respons Aktor dalam Rantai Pasok Kelapa Sawit, Pala, Tuna, dan Udang: Relasi Ketegangan dan Harmonisasi’

News 27 September 2021
Written by Humas BRIN
fShare
Tweet

WhatsApp Image 2021 09 28 at 13.53.30

 

Jakarta, Humas BRIN. Buku ini membahas isu perdagangan internasional terkait komoditas primer Indonesia dengan Uni Eropa, yang memberikan gambaran mengenai hambatan perdagangan yang bersifat non tarif proses penciptaan, serta dinamika ketegangan dan harmonisasi dalam ruang lingkup produksi dan distribusi komoditas primer Indonesia ke Uni Eropa. 

Plt. Kepala Pusat Riset Kewilayahan BRIN, Ganewati Wuryandari mengatakan bahwa, komoditas di Indonesia bisa disesuaikan dengan kebutuhan pasar global khususnya pasar Uni Eropa. “Hal ini yang mempengaruhi terjadinya pemetaan hambatan perdagangan non-tarif (NTM) dari Uni Eropa (UE) terhadap komoditas primer Indonesia dalam dekade terakhir (2000-2019),” jelas Ganewati, saat membuka acara Diskusi Buku secara daring pada Senin (27/9). “Dalam dua dekade terakhir Indonesia telah melakukan strategi yang hebat khususnya dalam perdagangan, karena itu Indonesia perlu memahami perubahan lingkungan strategis,” ungkap Ganewati. 

Koordinator Penelitian Hambatan Perdagangan Nontarif Uni Eropa, Pusat Riset Kewilayahan BRIN, Bondan Widyatmoko, mengatakan  ancaman terhadap komoditas primer Indonesia dalam perdagangan internasional dengan Uni Eropa melalui pemberlakuan NTM, dipengaruhi dari perkembangan aktor, pola relasi dan interaksi antar aktor  dalam proses  perumusan kebijakan perdagangan di Uni Eropa. “Pola NTM yang dikonstruksi Uni Eropa bertujuan untuk memproteksi masing-masing komoditas dan oleh karena itu perlu adanya langkah harmonisasi oleh stake holders di Indonesia untuk menjaga keseimbangan rantai pasok dalam perdagangan komoditas kelapa sawit, pala, udang dan tuna,” jelas Bondan. 

“Hal utama yang digunakan sebagai pijakan riset dalam dua dekade terakhir, yaitu Uni Eropa gencar melakukan regulasi dimana hal ini memiliki potensi besar dalam hambatan perdagangan. Konten regulasi, komoditas yang sering terkena adalah kelapa sawit, udang, tuna dan pala,” lanjutnya.

Buku ini terdiri dari 6 bab yaitu: 1)  Konvergensi Kebijakan dalam Penerapan NTM Uni Eropa terhadap produksi dan Distribusi Komoditas Primer; 2) Penciptaan Hambatan Nontarif Peran Pebisnis dan Konsumen dalam Proses Perumusan Kebijakan dan Pengambilan Keputusan di Uni Eropa; 3) NTM Uni Eropa dan Perubahan Tata Kelola dalam Komoditas Kelapa Sawit di Indonesia; 4) NTM Uni Eropa dan Perubahan Tata Kelola dalam Komoditas Pala Indonesia; 5) Hambatan Nontarif Komoditas Udang Indonesia di Pasar Uni Eropa : Tinjauan Isu NTM dan Tata Kelola Produksi Berkelanjutan; 6)  Hambatan Nontarif Uni Eropa Terhadap Ikan Tuna Indonesia.

Menarik untuk diketahui bahwa komoditas primer tersebut bersinggungan dengan kepentingan politik, maka disitulah muncul permasalahan, ungkap Bondan. Dirinya menyebutkan seputar  narasi-narasi yang dapat memberikan pengaruh terhadap pola pikir konsumen. “Pemilik modal berperan untuk mengendalikan kekuatan pasar dengan mengatur regulasi agar sesuai dengan kebutuhan pasar. Maka, terciptalah berbagai kondisi yang membuat komoditas-komoditas tersebut menjadi topik perbincangan dan dimainkan dalam meja negosiasi politik,” pungkas Bondan. (rdn/Ed: mtr)

Latest Update

 
Mar 15, 2022

Rempah, Alat Niaga Pendorong Pertemuan Lintas Bangsa

News Humas BRIN
Dec 31, 2021

Perdagangan Indonesia-Uni Eropa: Studi Kasus Hambatan Ekspor Ikan Tuna Indonesia ke Uni Eropa

Opinions Catherina Henderson*
Dec 31, 2021

Sejarah Perbatasan di Asia Tenggara: Mengupas Pengelolaan Perbatasan Di Vietnam

Opinions Lamijo
Dec 31, 2021

Ethiopia 2020–2021: Mengulang Masa Kelam Perpecahan Etnis

Opinions Angela Iban
Dec 28, 2021

Kota-Kota Perbatasan di Asia Tenggara: Arti Penting Kota Perbatasan Mong Cai bagi Vietnam

Opinions Lamijo

dokinfosimpegintra lipiepenelitiBanner KIP

Privacy Policy Legal Disclaimer « ISSN 2086-5309 » ContactCopyright © 2022 Research Center for Regional Resources - Indonesian Institute of Sciences (P2SDR-LIPI)
News