Pengembangan Sistem Biosensor Elektrokimia Berbasis Komposit Graphene-Ag Nanoparticles Untuk Monitoring Kadar Serum Amyloid A (SAA) Sebagai Biomarker Tingkat Kesembuhan Perawatan Pasien COVID-19.
Corona Disease 2019 (COVID-19) telah menjadi penyakit mematikan secara global dengan ditetapkan oleh WHO di awal Maret 2020 sebagai Pandemi. Saat ini penemuan metoda diagnosa awal (early diagnosis) merupakan perhatian khusus dalam upaya penanggulangan penyebaran virus tersebut. RT-PCR merupakan metoda standar yang digunakan di seluruh dunia untuk deteksi virus corona yang menyebar dari transmisi human to human disamping juga dikembangkan metoda deteksi lainnya seperti rapid test berbasis immunoassay. Upaya penyembuhan (recovery) pasien COVID-19 telah banyak dilakukan mulai dari isolasi mandiri bagi pasien dengan gejala ringan atau tidak bergejala sekalipun hingga perawatan intensif bagi pasien gejala sedang hingga berat di Rumah Sakit. Namun, dalam upaya perawatan dan penyembuhan tersebut masih belum ada teknik monitoring kuantitatif yang menyatakan tingkat kondisi sakit dari pasien COVID-19 selain hanya mengandalkan kepada CT Scan thorax dan mereda atau meningkatnya gejala klinis seperti demam hingga sesak nafas akut. Penelitian yang telah dilakukan sebelumnya dalam mengupayakan perawatan yang efektif telah diketahui bahwa beberapa faktor inflamasi yaitu serum amyloid A (SAA), C-reactive protein (CRP), procalcitonin (PCT), white blood cell (WBC), lymphocyte (L) dan platelet (PLT) dilakukan monitoring tingkat kadarnya yang berbanding lurus dengan tingkat keparahan/sakit yang diderita oleh pasien Covid19. Dalam kegiatan ini, dikembangkan sistem biosensor yang dapat melakukan monitoring kadar serum amyloid A (SAA) sebagai salah satu faktor inflamasi bagi pasien Covid19. Bio-elemet yang sebagai faktor kunci dalam system biosensor menggunakan antibody maupun DNA, sedangkan mekanisme deteksi menggunakan prinsip elektrokimia dengan memanfaatkan material maju seperti graphene dan noble metal nanoparticles seperti emas dan perak akan meningkatkan kinerja sistem biosensor ini dalam hal selektifitas dan sensitifitas (limit od detection). Sistem diagnostic berbasis biosensor yang dihasilkan ini diharapkan berkinerja tinggi, kompak dan sifatnya portable sehingga dapat digunakan di Rumah Sakit dalam upaya penyediaan perawatan yang efektif bagi pasien COVID-19.

Sivitas Terkait : Gandi Sugandi, Goib Wiranto,