Potensi far-UVC dan Penggunaannya dalam Bilik Sterilisasi

 
 

Bilik Sterilisasi

Bandung – Humas BRIN. Badan Riset dan Inovasi Nasional melalui pusat risetnya mendukung kegiatan riset yang terkait dengan pencegahan penularan covid 19. Pusat Riset Telekomunikasi, Nasrullah Amri menyampaikan dukungannya terhadap kegiatan riset terkait hal tersebut. “Peran serta PRT dalam kegiatan riset terkait Covid-19, seperti Far UVC untuk sterilisasi, pembuatan gelang elektronik utuk pasien karantina, ventilator CPAP-BiPAP, dan deteksi pasien Covid-19 melalui nafas berbasis Radar, merupakan beberapa bentuk dukungan PRT dalam hal ini,” ungkap Nasrullah.

Potensi Pemanfaatan Teknologi Far UVC

Teknologi Far UVC merupakan salah satu teknologi yang dapat menjadi potensi untuk solusi penanggulangan Pandemi Covid-19. Hal ini disampaikan oleh Hana Arisesa, salah satu narasumber dari Pusat Riset Telekomunikasi dalam webinar Talk To Scientists (TTS) dengan tema Inovasi Teknologi BRIN dalam Menghadapi Lonjakan Covid 19, Rabu (27/06).

Bila dilihat dari sejarah penggunaan UVC sebagai Germicidal Irradiation telah dimulai Sejak 1980-an terbukti dengan banyaknya para ilmuan yang meraih penghargaan di bidang tersebut, diantaranya: (1) Tahun 1903 Niels Finsen mendapat Nobel Prize in Medicine, (2) Tahun 1930 William F. Wells membuat UV sanitation System, (3) Tahun 1950 Water Treatment menggunakan UVGI, (4) Tahun 1990 UVGI for Groundwater Treatment plants, dan terakhir (5) Tahun 2020 Teknologi UVC diadopsi untuk melawan COVID-19.

“Pemanfaatan teknologi UVC untuk teknologi disinfektan diantarnya ialah Sinar UV-C konvensional 254 nm, namun berbahaya bagi kulit dan mata manusia, sedangkan Far UV-C (207 hingga 222nm) lebih aman bagi Kesehatan serta tidak menembus lapisan kulit Dermis,” ungkap Hana.

Untuk menghambat penyebaran COVID-19, memberikan rasa aman, serta menunjang keberlangsungan aktivitas masyarakat di ruang publik. Berbagai macam skenario penempatan lampu Far-UVC melalui bilik Sterilisasi untuk fasilitas publik.

“Contoh di Rumah Sakit, bilik sterilisasi bisa ditempatkan di pintu masuk, pintu masuk ruang perawatan dan bedah, serta ruang perawatan pasien, lalu di fasilitas publik lainnya seperti pintu masuk terminal, pintu masuk stasiun, pintu cargo barang, dan pintu masuk rumah ibadah,” pungkas Hana.

Melalui Talk To Scientists ini, Nasrullah berharap informasi mengenai alat-alat yang sudah dikembangkan tersebut bisa dimanfaatkan luas oleh masyarakat dan mampu berkontribusi terhadap pencegahan penularan virus Covid-19. “Adanya peran serta semua pihak, baik peneliti dan akademisi untuk terus mengembangkan alat-alat dibidang kesehatan sehingga semakin banyak produk-produk alat kesehatan hasil pengembangan anak-anak bangsa,” harapnya. (hmn. Ed. kg)


Sivitas Terkait : {nama}