Penjajakan Kerjasama Riset dan Merdeka Belajar dengan Poltek Nuklir dan BRIN
Bandung - Humas BRIN. Untuk mewujudkan dukungan pada riset dan inovasi nasional BRIN pada Program kegiatan Merdeka Belajar Kampus Merdeka, Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) dalam hal ini Pusat Riset Elektronika, Pusat Riset Sains Data dan Informasi, Pusat Riset Kecerdasan Artifisial dan Keamanan Siber, dan Pusat Riset Mekatronika Cerdas menerima kunjungan dari Politeknik Nuklir Yogyakarta, Rabu (15/6). Ini merupakan rangkaian FGD dan diskusi Skema MBKM di BRIN, mengenai Implementasi Kurikulum MBKM Program Studi Elektronika dan Instrumentasi Poltek Nuklir. “Ini merupakan pertemuan untuk membahas skema pelaksanaan Research Assistance (RA) dan Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM) mahasiswa Poltek Nuklir,” ungkap Yusuf Nur Wijayanto, Plt Pusat Riset Elekronika, saat membuka pertemuan.
Zainal Arief, Poltek Nuklir pada kesempatan ini menyampaian presentasi secara umum mengenai Skema MBKM Poltek Nuklir. “Program ini merupakan bentuk dari kesiapan Poltek dalam pemenuhan indicator kinerja Utama (IKU) untuk memenuhi target kinerja dari Kemendikbud berdasarkan peraturan Kemendikbud No. 3 tahun 2020. Program MBKM dilaksanakan oleh mahasiswa di semester 6, 7 dan 8 dan sebanyak 20 SKS, maka dalam hal ini Universitas akan memfasilitasi mahasiswa dalam melaksanakan kegiatan MBKM dengan memanfaatkan sumber daya yang dimiliki oleh pihak BRIN,” jelasnya.

Pada program ini mahasiswa diberi kebebasan untuk memilih program yang tersedia sesuai dengan minatnya. Kegiatan MBKM yang diselenggarakan mulai dari magang atau kerja praktek dalam hal ini RA (research assistance) yang dilakukan sebagai bentuk magang atau program MBKM. Dalam kegiatan penelitian/ riset akan didampingi oleh Dosen tetap dari perguruan tinggi dan terdapat instrument-instrumen penilaian hasil kegiatan yang telah dilakukan mahasiswa oleh pembimbing lapangan untuk menenukan apakah spadan atau tidaknya SKS yang telah di konvesi.
“Rencana Skema MBKM Prodi ELINS ini, tim terbagi menjadi 2 yaitu pada Pusat Riset yang ada di Serpong dan Pusat Riset di Bandung,” ucap Ismail dalam paparan mengenai skema.

Sesuai dengan syarat dari Kemendikbud terkait program MBKM, mahasiswa semester 7 dibebaskan untuk memilih belajar di luar kampus mengikuti program MBKM, kegiatan proyek industri atau kegiatan lainya ataupun tetap di kampus dan menerima materi yang diseiakan dengan bobot yang sama yakni sebesar 120 SKS. Dengan kuota mahasiswa yang bisa diikutsertakan di program ini sebanyak 30 mahasiswa. Implementasinya dari kegiatan MBKM diharapkan juga dapat membantu peneliti dalam melaksanakan kegiatan risetnya. Tema riset yang diusung, diusahakan mendukung atau membantu yang sudah ada, dan tidak menambah topik riset baru agar kegiatan berjalan efisien (selaras dengan kegiatan yang dilakukan oleh periset). (scp. Ed.kg)
Sivitas Terkait : {nama}