BRIN Perkuat Kerjasama dengan AirNav Indonesia Pada Sistem Pemantauan Penerbangan

Humas BRIN - Bandung. Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) melalui Pusat Riset Elektronika melakukan kunjungan peluang kerjasama dengan instansi Lanud Husein Sastranegara Bandung, dalam rangka tindak lanjut kerja sama tentang Automatic Dependent Survelance (ADS-B) antara AirNav Indonesia Cabang Bandung dengan Pusat Riset Elektronika BRIN pada hari Kamis (2/6). Kerja sama yang dilakukan berupa sistem prototipe pemantauan penerbangan berbasis ADS-B yang terpasang di APP AirNav Bandung saat ini masih berfungsi dengan baik.
Budi Prawara, Kepala Organisasi Riset Elektronika dan Informatika dalam pertemuan ini mengungkapkan mengenai pentingnya sertifikasi dan kerja sama dengan industri terkait dengan hal ini. “Perlu sertifikasi terhadap sistem pemantauan penerbangan berbasis ADS-B milik BRIN yang terpasang di Bandung. Bekerja sama dengan industri terkait fabrikasi dan produksi, serta komersialisasi. BRIN siap menindaklanjuti dalam riset lebih lanjut terkait teknologi elektronika navigasi untuk keselamatan transportasi udara,” jelasnya.
Status dari perangkat yang telah dikerjasamakan ini merupakan salah satu produk untuk pemantauan penerbangan yang berbasis pada ADS-B. “Perangkat prototipe pemantauan penerbangan berbasis ADS-B di APP sangat membantu dan masih akurat sebagai alat bantu verifikasi lokasi pesawat di udara (ADC),” jelas Ida, Manager Operasional AirNav Bandung. Harapan bagi AirNav Bandung sebagai pengguna adalah sistem tersebut dapat dikembangkan dan diterapkan dan tetap bermanfaat kedepannya.
“Terkait teknologi elektronika navigasi untuk keselamatan transportasi udara, dan peralatan atau perangkat yang dimiliki BRIN yang terpasang di Tower Lanud Husein sastranegara dan AMC Angkasa Pura yaitu system Surface Movement and Monitoring System (SMMS) dan Alat ADS-B Transmitter yang terpasang di kendaraan Milik AP dan Lanud juga masih berfungsi,” ungkap Widri, salah satu peneliti BRIN.
Yusuf Nur Wijayanto, Plt Pusat Riset Elekronika, menyampaikan terkait kontribusi PRE BRIN dalam pengembangan ADS-B dan dilakukan pengujian di Bandara Husein Satranegara bekerjasama dengan AirNav Indonesia. “ADS-B ini sudah dilisensikan ke PT Inti San sudah digunakan dibeberapa bandara di wilayah Papua. Selanjutnya pengembangan sistem ADS-B akan dilakukan untuk mendukung keselamatan transportasi udara khususnya untuk beberapa bandara yang tidak ter-cover oleh radar aktif yang sudah ada,” jelasnya.
“Harapannya, hasil riset ADS-B ini dapat dimanfaatkan lebih luas untuk keselamatan transportasi udara dan dapat digunakan untuk memonitoring aktifitas kendaraan di bandara untuk menghindari keselamatan di ground bandara,” pungkas Yusuf.
Supri dari AirNav, mengungkapkan usulan pada pertemuan ini, yaitu kegiatan riset terkait permasalahan gangguan frekuensi analog di sistem telekomunikasi udara dan penggunaan sistem digital dapat menjadi solusi. Hal ini dikuatkan oleh pernyataan Purwoadi dari BRIN mengenai perlunya melihat kembali regulasi ICAO, terhadap penggunaan fasilitas digital dalam telekomunikasi udara. (scpt, kg)
Sivitas Terkait : {nama}