+62 21 520 1602 pappiptek@mail.lipindonesia.com
Indonesia yang terdiri atas banyak pulau menjadikannya sebagai negara maritim dengan wilayah pesisir yang sangat luas. Wilayah pesisir menjadi salah satu lokasi penting dalam aktifitas perekonomian dan menjadi tempat pemukiman sebagian besar penduduk Indonesia. Tetapi kebutuhan infrastruktur serta sarana dan prasarana yang memadai terutama untuk memenuhi kebutuhan dasar air bersih masih menjadi tantangan yang harus dihadapi. Penelitian ini memiliki tujuan untuk mempelajari bagaimana kinerja transisi dan keberlanjutan sistem penyediaan air bersih berbasis air laut yang dijalankan oleh pemerintah menggunakan teknologi membran (SWRO) di wilayah pesisir Indonesia. Penelitian dilakukan dengan studi kasus di dua daerah pesisir Indonesia (pulau Mandangin dan pulau Untung Jawa) dengan karakteristik yang berbeda. Analisis dilakukan dengan kerangka kerja Multi Level Perspective (MLP) untuk membantu memberikan pemahaman kondisi sistem dengan metode kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan ada perbedaan transisi antara sistem SWRO di pulau Mandangin dengan pulau Untung Jawa. Transisi di Pulau Untung Jawa lebih berhasil dan berkelanjutan jika dibandingkan dengan transisi di Pulau Mandangin. Perbedaan karakter internal dan eksternal sosial ekonomi masyarakat menjadi faktor utama terjadinya perbedaan transisi tersebut. Penelitian ini juga membangun sebuah model konseptual sebagai evaluasi dan rekomendasi untuk membangun sistem penyedian air bersih yang berbasis air laut dengan teknologi membran SWRO.