Workshop Pengelolaan Kapal Riset Hasilkan Sejumlah Rekomendasi
Sedikitnya ada enam point rekomendasi hasil workshop pengelolaan kapal riset Baruna Jaya VIII (BJ VIII) milik Puslit Oseanografi-LIPI, yakni Pertama,Puslit Oseanografi segera membuat analisis dan laporan kebutuhan SDM yang direncanakan selesai Januari 2014. Kedua, mengusulkan pembuatan SBM-K untuk kapal dan beberapa item pembiayaan dalam PNBP. Ketiga, Proses Revisi PNBP mulai tahun 2014 mendatang dapat dilakukan dengan APBN-P dan revisi reguler dengan melampirkan kontrak. Keempat, Tarif biaya operasional BJ VIII tahun 2014 ditetapkan berbeda-beda untuk pengguna pemerintah, swasta nasional dan internasional serta pengguna asing. Kelima, Revitalisasi alat-alat penelitian di atas kapal segera dilakukan berdasarkan skala prioritas sesuai dengan kebijakan Kepala Pusat Penelitian Oseanografi. Keenam, Mengusulkan pengadaan kapal riset baru. Keenam point rekomendasi tersebutmerupakan rangkuman hasil workshop pengelolaan kapal riset BJ VIII yang diselenggarakan di hotel Sahira, Bogor 4 - 6 Desember 2013. Peserta workshop terdiri dari pejabat struktural Puslit Oseanografi-LIPI dan beberapa peserta tamu dari Kementerian Keuangan dan BAPPENAS. Sejumlah pimpinan LIPI seperti Wakil Kepala LIPI, Deputi IPK, Deputi IPH, Deputi IPT, wakil dari Deputi bidang Jasa Ilmiah dan Sektama LIPI juga hadir dalam workshop tiga hari tersebut. Persoalan krusial yang dibahas di antaranya menyangkut biaya operasional kapal. Anggran perawatan kapal dari pemerintah sangat kecil hanya bisa bertahan selama tiga bulan. Oleh karena itu, Puslit Osenaografi-LIPI mengupayakan agar dana PNBP bisa dimanfaatkan untuk perawatan kapal secara berkesinambungan. Komponen terbesar dari penggunaan kapal adalah biaya BBM mencapai 70%. Apalagi kenaikan BBM tidak secara otomatis mengubah pagu anggaran yang sudah ditetapkan. Itu sebabnya, pimpinan dan pengelola kapal BJ VIII terus berupaya untuk meningkatkan penghasilan negara bukan pajak untuk membiayai operasional kapal riset yang sudah berumur 15 tahun tersebut. Sumber Daya Manusia (SDM) pendukung operasional kapal juga mendapat perhatian dari kepala bidang sarana penelitian, Dr. DIrhamsyah. Dalam rekomendasinya, Dirhamsyah mengusulkan sekurang-kurangnya 12 orang tenaga baru yang berlatar belakang teknik elektro, teknik lingkungan, nautik pelayaran dan tata boga. SDM ini cukup mendesak mengingat beberapa tenaga ahli perkapalan BJ VIII akan segera memasuki masa pensiun. Workshop berakhir sesuai jadual dan ditutup secara resmi oleh Kapuslit Oseanografo-LIPI Dr, Zainal Arifin. (siti023)
Repository Publikasi Terbitan P2O - LIPI
Kolom Dr. Anugerah Nontji