Peneliti BRIN Dianugerahi Underwriters Laboratories-ASEAN-U.S. Science Prize for Women 2021

Humas BRIN, Bandung. Bekerja sama dengan pemerintah Amerika Serikat, melalui U.S. Agency for International Development (USAID) dan Underwriters Laboratories; the ASEAN Committee on Science, Technology, and Innovation (COSTI) dengan bangga mengumumkan penerima Underwriters Laboratories-ASEAN-U.S. Science Prize for Women Tahun 2021. Peneliti BRIN Dr.rer.nat. Neni Sintawardanimenjadi pemenang untuk kategori Senior Scientist. Dedikasi, komitmen, dan kepeduliannya dalam upaya meningkatkan sistem sanitasi masyarakat melalui penerapan riset dan teknologi telah memberikan harapan bagi banyak pihak. Pengumuman pemenang dipublikasikan secara daring pada 14 Oktober 2021.

Dr. rer. nat. Neni Sintawardani merupakan peneliti senior yang tergabung pada kelompok penelitian pengolahan limbah dan pencemaran lingkungan di Loka Penelitian Teknologi Bersih BRIN. Kontribusi nyata risetnya bagi masyarakat salah satunya adalah pemanfaatan biogas dari air limbah olahan untuk meningkatkan ketersediaan air. Ia memimpin tim periset yang berasal dari multidisiplin ilmu untuk turut memecahkan problematika masyarakat Kabupaten Sumedang, khususnya Dusun Giriharja yang menjadi salah satu sentra produsen tahu terkemuka. “Alhamdulilah ada yang mengakui achievement saya dan tim karena itu tidak lepas dari tim semua itu,” ungkap Neni.

Neni mengakui bahwa ini adalah perjuangan jangka Panjang yang berlangsung secara berkesinambungan. Riset dan kontribusinya selama kurang lebih 20 tahun terkait sanitasi air juga telah beregenarasi dan diakui oleh banyak pihak. Ada 64 peserta yang dieliminasi hingga menjadi 4 finalis dan bermuara pada 2 pemenang. Neni mengaku bahwa hal paling menantang adalah menjawab poin-poin pertanyaan para penilai berdasarkan Tindakan nyata yang telah ia lakukan selama ini di bidang Clean Water dan Clear Air. Neni mengungkapkan bahwa ini adalah tambahan semangat yang nyata atas risetnya selama ini. “Selain itu ini juga memicu yang muda untuk bisa mempunyai capaian masing-masing dengan ciri khas masing-masing,” tuturnya.

Limbah air hasil pengolahan tahu mencemari sungai dan lingkungan sekitar serta meninggalkan bau busuk yang tidak sedap. Neni dengan dukungan dari Nanyang Technological University, Singapura, telah merancang dan membangun Instalasi Pengelolaan Air Limbah (IPAL) Anaerobik pada 2018 silam. IPAL Anaerobik ini mengolah limbah tahu yang memang mempunyai kandungan organik tinggi. Limbah tersebut diuraikan oleh mikroba menjadi metana dan karbon dioksida atau yang dikenal sebagai energi biogas. IPAL ini menghasilkan setidaknya 300 M3/hari yang kemudian disalurkan ke 89 rumah tangga di Dusun Giriharja untuk keperluan memasak. Keluaran IPAL Anaerobik ini juga menghasilkan limbah cair yang berpotensi untuk dimanfaatkan sebagai sumber pengairan pertanian/ perkebunan, khususnya pada musim kemarau ketika sumber air yang tersedia terbatas.

Ketua ASEAN COSTI, Dr. Sirirurg Songsivilai, mengucapkan selamat kepada seluruh penerima penghargaan atas penelitiannya untuk meningkatkan akses air bersih dan udara bersih di seluruh kawasan ASEAN. “Kompetisi ini terus menjunjung tinggi tradisi menampilkan perempuan ASEAN berbakat di bidang sains, teknologi dan inovasi dan terus menginspirasi generasi ilmuwan perempuan berikutnya yang memanfaatkan penelitian untuk memberi manfaat bagi kawasan dan sekitarnya.

“Bersama dengan ASEAN COSTI dan Underwriters Laboratories, Amerika Serikat mengucapkan selamat kepada para pemenang dan runner-up honorer atas pencapaian penelitian ambisius mereka,” kata Joseph M. Young, selaku Chargé d’Affaires, a.i. of the U.S. Mission to ASEAN. “Karya luar biasa dari para ilmuwan ini untuk mengatasi polusi udara dan akses ke air bersih dan sanitasi membantu meningkatkan kondisi kehidupan dan stabilitas lingkungan di kawasan itu sambil mempromosikan solusi, yang dipimpin oleh para ilmuwan wanita, untuk meningkatkan pertumbuhan ekonomi,” jelasnya.

Pengajuan para kandidat berlangsung sejak Maret 2021. Para pemenang diseleksi dari empat belas kandidat terpilih yang mewakili ilmuwan wanita paling cerdas yang bekerja di bidang Air Bersih dan Udara Bersih di seluruh wilayah, keempat finalis mempresentasikan penelitian mereka kepada panel juri virtual. Adapun pemenang untuk kategori Mid-career Scientist ialah Dr. Li Hongying dari Singapura. Tema tahun ini berfokus pada Air Bersih dan Udara Bersih. Gelaran tahun ini juga menekankan bagaimana ilmu pengetahuan, teknologi dan inovasi dapat membawa hasil yang positif dengan cara meningkatkan kualitas air atau udara untuk ASEAN. AS