Merestorasi Bumi!

Bandung, Humas LIPI. Sudah teramat lama, kita telah mengeksploitasi dan merusak ekosistem planet tempat kita tinggal. Setiap tiga detik, dunia kehilangan cukup banyak hutan yang setara dengan satu lapangan sepakbola, dan sebanyak 90% terumbu karang kita telah hilang. Pada Tahun 2050 prediksi persentasenya bahkan melonjak hingga 90% bahkan jika pemanasan global hanya terbatas hingga naik sebesar 1.5°C. Emisi gas rumah kaca terus meningkat selama 3 tahun terakhir dan planet ini sedang berada pada fase perubahan iklim yang berpotensi menimbulkan malapetaka. Hari ini, (4/6/2021), dunia memeringati Hari Lingkungan Hidup Sedunia. Apa yang bisa kita perbuat untuk bumi satu-satunya?

Kepala Loka Penelitian Teknologi Bersih (LPTB) LIPI Dr. Ajeng Arum Sari berpendapat bahwa momen Hari Lingkungan Hidup Sedunia ini adalah waktu yang tepat untuk merefleksikan kembali hubungan kita dengan alam. Merefleksikan kembali apa yang telah kita lakukan terhadap alam dan kontribusi apa yang bisa kita berikan untuk memulihkan ekosistem yang rusak. Hal ini sesuai dengan fokus Hari Lingkungan Hidup Sedunia: Ecosystem Restoration. “Dan melestarikan ekosistem yang masih utuh,” katanya.

Restorasi ekosistem amat bersinggungan dengan misi LPTB LIPI selama ini yakni, menyelenggarakan penelitian berbasis lingkungan, serta pengembangan dan pemanfaatan produk yang mendukung pelestarian dan pengendalian lingkungan agar dapat dimanfaatkan sehingga dapat meningkatkan kualitas hidup masyarakat. Karena itulah, riset-riset yang LPTB LIPI lakukan erat kaitan dan dampaknya bagi upaya pemulihan ekosistem. Ajeng mencontohkan beberapa kegiatan LPTB LIPI selama ini seperti kolaborasi dengan Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) dalam pengembangan teknologi pengendalian eutrofikasi pada kegiatan perikanan, untuk mendukung program Citarum Harum. “Ada juga keramba Jaring Apung SMART yang dipasang di Waduk Cirata bertujuan mendaur ulang air yang mengandung sisa pakan,” ujarnya.

Tantangan untuk memulihkan ekosistem alam kita semakin berat tatkala pandemi COVID-19 menyergap. Kemunculan pandemi ini juga menunjukan betapa dahsyatnya konsekuensi dari hilangnya ekosistem. Dengan mengecilkan area habitat alami hewan, kita telah menciptakan kondisi ideal bagi patogen – termasuk virus corona – untuk menyebar. Ajeng mengajak seluruh sivitas LIPI berkontribusi merawat satu-satunya bumi yang ditinggali. Bisa dengan berbagai cara sederhana seperti menanam tanaman hias dan sayuran rumah, membawa kantong belanja sendiri, dan tidak menggunakan wadah makan plastik. “Bersama membersihkan sungai dan pantai,” sambungya.

Ia berharap momen Hari Lingkungan Hidup Sedunia ini akan semakin memantik optimisme masyarakat dunia untuk semakin aktif berpartisipasi memulihkan alam. LPTB LIPI juga senantiasa mendukung program perbaikan lingkungan dan berkolaborasi dengan seluruh pemangku kepentingan melalui perubahan perilaku, pendekatan teknologi, dan pendekatan ekonomi sirkular. Tema utama Hari Lingkungan Hidup Sedunia 2021 adalah Reimagine. Recreate. Restore. Hanya dengan ekosistem yang sehat kita dapat meningkatkan penghidupan masyarakat, menangkal perubahan iklim, dan menghentikan runtuhnya keanekaragaman hayati. AS