Basmi COVID-19 dengan Sinar UVC

Bandung, Humas LIPI. Semakin meningkatnya kasus positif Novel Coronavirus 2019 n-CoV atau Covid-19 di Indonesia, diiringi laju kematian akibat virus yang bermula dari Wuhan ini mendorong peneliti terus melakukan inovasi untuk menekan laju penyebaran virus Covid-19. Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) sebagai pemegang otoritas ilmiah di Indonesia turut berkontribusi dalam riset terkait Covid-19. Penelitian multidisiplin masih terus dilakukan LIPI untuk membantu pemerintah menangani pandemi Covid-19. Upaya LIPI dalam memerangi pandemi Covid-19 didiseminasikan kepada masyarakat melalui kegiatan Sharing Session Klaster Deteksi Kesehatan dan Sterilisasi UV-C. Kegiatan sharing session hasil riset LIPI kali ini diselenggarakan melalui Zoom Webinar pada hari Senin, tanggal 21 Desember 2020 dengan menghadirkan narasumber yang merupakan peneliti LIPI dari Pusat Penelitian Elektronika dan Telekomunikasi (P2ET) LIPI, Pusat Penelitian Tenaga Listrik dan Mekatronik (P2 Telimek) LIPI dan Loka Penelitian Teknologi Bersih LIPI.

Acara yang dibuka secara resmi oleh Kepala PPET LIPI ini mengupas risest-riset terbaru LIPI terkait UV-C dalam penanganan pandemi Covid-19. “LIPI terus berupaya untuk membantu pemerintah menekan laju penyebaran virus Covid-19 melalui riset-riset. Penelitian terkait Covid-19 tidak hanya di bidang farmasi dan obat, namun merupakan penelitian multidisiplin, di bidang Internet of Things, radar, elektronika, mekatronik, hingga sosiologi dan kependudukan ekonomi,” tukas Dr. Eng. Budi Prawara. “Sterilisasi lingkungan menjadi sangat penting untuk memutus rantai penyebaran virus. Sinar UV-C terbukti dapat membunuh virus dan menjadi alat untuk sterilisasi berbagai material,” ungkap Budi saat membuka kegiatan sharing session. “Kolaborasi antarpeneliti penting untuk dilakukan dalam penelitian multidisiplin agar tercipta penelitian yang menyeluruh, tepat guna dan dapat diaplikasikan di masyarakat.”

Sejalan dengan pernyataan Budi Prawara, Deputi Bidang Ilmu Pengetahuan Teknik, Dr. Agus Haryono menyatakan  pentingnya penelitian multidisiplin untuk mengatasi pandemi Covid-19. Terkait penelitian UV-C, Agus menyatakan bahwa sterilisasi harus dilakukan dengan tepat sasaran dan efisien. Agus pun menyatakan untuk dapat memproduksi alat yang dihasilkan LIPI dibutuhkan izin edar dan pengujian sampai tingkat Biosafety Level-3 (BSL3) untuk mengukur efiktivitasnya.

Salah satu teknologi yang berkembang sebagai upaya memutus mata rantai penyebaran COVID-19 adalah UVC Sterilizer LIPI yang berasal dari LPTB LIPI. Teknologi UVC menggunakan gelombang elektro magnetik sinar UVC sepanjang 200 – 280 nm yang mampu merusak struktur DNA/RNA mikroba. Hal ini berhasil merusak kemampuan mikrobas tersebut untuk mereplikasi dirinya sendiri. Ada ratusan jenis bakteri, virus, dan jamur yang telah teruji secara ilmiah dapat dilumpuhkan oleh teknologi ini. Saat ini desain pengembangan UVC Sterilizer besutan LPTB LIPI telah memiliki 2 model desain yaitu: Model Meja dan Model Koper. Model Meja memiliki dimensi ruang lebih besar sehingga bisa dimanfaatkan untuk berbagai peralatan berukuran sedang dan besar seperti helm dan paket – paket pengiriman, sedangkan Model Koper lebih diperuntukan untuk alat – alat kecil seperti dompet, uang, dsb. Teknologi ini dikembangkan oleh beberapa peneliti Anung, tutur Ketua Periset UVC Sterilizer Muchlis. “Mereka yaitu: Syampurwadi, Ajeng Arum Sari, Indah Primadona, Elan Sutarlan, dan Achmad Syamsudin,” tandasnya. DDY/AS