Hari Terakhir ICSEEA 2020

Bandung, Humas LIPI. Hari Terakhir penyelenggaraan International Conference on Sustainable Energy Engineering and Application (ICSEEA) 2020 telah berlangsung beberapa jam lalu. Ada 11 pembicara yang mengetengahkan beragam topik terkait energi dan transportasi berkelanjutan. Beberapa fokus sajian ICSEEA 2020 hari ini, Jumat (20/11/2020), antara lain mengenai elektrifikasi berbasis DC, analisis kebijakan energi, dan pengembangan magnet. Adanya pandemi COVID-19 memaksa Pusat Penelitian Tenaga Listrik dan Mekatronik Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (P2 Telimek LIPI) bersama Loka Penelitian Teknologi Bersih Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LPTB LIPI), menghelat konferensi ini secara daring dengan menggunakan aplikasi Zoom. ICSEEA 2020 juga merupakan bagian dari helatan akbar Indonesia Science Expo (ISE) 2020 yang telah berlangsung sejak 10 November silam.

Dr. Lia Fitrianingrum dari Pusat Penelitian Elektronik dan Mekatronik (P2 Telimek LIPI) menjabarkan analisisnya terkait kebijakan energi di Indonesia. Permasalahan yang ada selama ini dalam pengelolaan energi salah satunya adalah ketidaksinergian kebijakan yang ada. Kebijakan energi di Indonesia cenderung berubah dari waktu ke watku, tergantung situasi sosial politik masyarakat dan kebutuhan yang diperlukan seperti Undang – undang (UU) Pertambangan, UU Minyak dan Gas. Sementara produksi minyak dan gas di Indonesia cenderung semakin menurun. “Perang kebijakan untuk mendukung sektor energi untuk terus tumbuh dan berkembang sangat diperlukan,” tuturnya.

Ia mengutarakan, menurut Intermestic Approach 3 pendekatan yang bisa diimplementasikan dalam rangka perubahan kebijakan energi yaitu: (1) Pendekatan Domestik, (2) Pendekatan Transnasional, dan (3) Pendekatan Internasional. Ketiganya merupakan proses politik yang bisa mendukung proses transformasi kebijakan energi di Indonesia terutama dalam pengembangan energi baru dan terbarukan (EBT). Lita merekomendasikan insenstif non-fiskal sebagai bagian dari solusi pengembangan kebijakan energi di Indonesia. “Diantaranya memberikan kemudahan dalam perijinan lisensi,” tegasnya.

Ada 11 pembicara pada sesi ketiga sekaligus penutup dari ICSEEA 2020. Salah satunya adalah pembicara utama Prof. Taufik dari Cal Poly State University yang mengangkat tema Technological process in renewable energy use for residential DC electricity. Anwar Muqorobin, M.T. selaku ketua panitia ICSEEA 2020 memberikan apresiasi setinggi – tingginya kepada seluruh partisipan acara. Terutama kepada para panitia ICSEEA 2020 yang telah bekerja keras sehingga acara ini dapat berlangsung dengan baik meskipun di tengah situasi pandemi yang melanda dunia. ICSEEA 2020 berhasil menjadi tempat berbagi ilmu, pengalaman, dan hasil riset terkait pengembangan energi dan transportasi berkelanjutan. “Terima kasih banyak kepada seluruh penyaji yang telah memaparkan risetnya serta para sponsor yang mendukung terselenggaranya acara ini. Sebagai chairman, ICSEEA 2020 saya tutup secara resmi,” pungkasnya. (AS)