Sivitas LPTB LIPI Terima Anugerah Penghargaan Satyalancana Wirakarya

Dalam bagian perayaan HUT LIPI ke – 53, tiga peneliti LPTB LIPI meraih Satyalancana Wirakaryaa

Penerima Satyalancana LPTB LIPI

Bandung – Perayaan HUT LIPI ke 53 berlangsung meriah dan serempak di berbagai kawasan multisatker LIPI, Selasa (25/08/2020). Mengikuti rangkaian acara kegiatan HUT secara online via ZOOM, sivitas LPTB LIPI turut berpartisipasi dalam Fun Sport berupa senam bersama di pelataran parkir Gedung 10. Seluruh peserta bergerak mengikuti alunan musik pop sesuai dengan tema aerobik yang berlangsung. Sembari tetap memperhatikan protokol kesehatan dengan tetap menjaga jarak dan memakai masker/pelindung wajah. Para peserta antusias untuk mengikuti setiap gerakan dan instruksi dari instruktur senam. Sesekali gelak tawa mengiringi keseriusan para peserta menirukan setiap gerakan yang ada.

Sebelumnya, Kepala LPTB LIPI Dr. Ajeng Arum Sari turut membuka jalannya kegiatan perayaan HUT LIPI ke – 53 dengan menerbangkan balon simbolis pembuka kegaitan bersama Kepala PPET Dr. Eng Budi Prawara. Setelah senam dan mengikuti pengundian door prizes, para peserta kemudian kembali ke satker masing – masing untuk mengikuti dan menyimak secara virtual rangkaian acara HUT LIPI secara langsung dari Kebun Raya Bogor. Salah satunya berupa penyematan penghargaan Satyalancana kepada para sivitas. “Selamat ulang tahun LIPI ke – 53 semoga semakin jaya dan menghasilkan penelitian – penelitian yang semakin inovatif,” seru Kepala LPTB LIPI Dr. Ajeng Arum Sari.

Ia juga bersyukur dan bangga bahwa ada 6 sivitas LPTB LIPI yang mendapatkan anugerah Satyalancana ini. Mereka yaitu: Debby Lellyana S.Si dan R. Tina Rosmalina, M.Si yang meraih Satyalancana Karya Satya X serta Anung Syampurwadi, S.Mat yang memperoleh Satyalancana Karya Satya XXX. LPTB LIPI bahkan menjadi salah satu satuan kerja terbaik yang meloloskan 3 peneliti untuk menerima penghargaan Satyalancana Wirakarya yaitu; tanda kehormatan bagi WNI yang telah memberikan darma baktinya kepada Nusa dan Bangsa sehingga menjadi teladan bagi yang lain. Mereka adalah Prof. Dr. Tarzan Sembiring, Prof. Dr. Ir. Myrtha Karina, M.Agr, dan Dr. Akbar Hanif Dawam Abdullah, M.T.. “Jadi motivasi juga untuk peneliti kami yang lain untuk menghasilkan produk – produk inovatif yang bermanfaat untuk masyarakat, industri dan Bangsa Indonesia,” pungkas Ajeng.

Dr. Akbar Hanif Dawam Abdullah selaku penerima penghargaan disebutkan telah berperan aktif dalam bidang teknik material dengan inovasi teknologi bioplastik dari bahan baku pati singkong. Produknya menghasilkan biji dan kemasan bioplastik sehingga mengurangi pencemaran lingkungan akibat limbah plastik konvensional. “Alhamdulilah, bersyukur artinya bagi saya penghargaan dari pemerintah dalam bentuk apresiasi. Mudah – mudahan ini sebenarnya awal bagi kami untuk bisa berkarya lebih baik lagi,” terangnya.

Sementara itu Prof. Dr. Tarzan Sembiring yang berjasa dalam melakukan penelitian dan pengembangan bidang lingkungan melalui pemanfaatan vetiver untuk memperkuat bantaran sungai dan pengolahan limbah, mengatakan bahwa ini adalah bentuk nyata penghargaan pemerintah bahwa apa yang telah dikerjakannya selama puluhan tahun ternyata bermanfaat bagi bangsa. “Lebih dari 30 tahun mengerjakan apa yang menjadi tugas – tugas kita sebagai peneliti tentu penghargaan ini adalah hal nyata bahwa pemerintah menghargai kerja – kerja yang sudah kita lakukan,” serunya. Salah satu produk andalan Prof. Sembiring adalah Keramba Jaring Apung di Waduk Cirata.

Penerima penganugerahan Satyalancana Wirakarya lainnya adalah Prof. Dr. Ir. Myrtha Karina Sancoyorini, M.Agr yang berperan aktif dalam pengembangan teknologi pembuatan material ramah lingkungan berbasis selulose dan lignin dari bahan alam/limbah industri agro/perkebunan/kehutanan, sehingga dapat meningkatkan nilai tambah limbah yang belum dimanfaatkan secara optimal sebagai solusi permasalahan lingkungan. “Saya merasa berterima kasih kepada Presiden Republik Indonesia yang telah memberikan penghargaan atas apa yang telah saya lakukan sebagai peneliti selama ini,” ungkapnya.