UV – C Sterilizer LIPI

BBox.JPG (Copy) (Copy)

Bandung – Loka Penelitian Teknologi Bersih Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LPTB LIPI) mengembangkan UV – C Sterilizer LIPI yang berguna untuk menonaktifkan virus corona. Hanya melalui proses penyinaran dengan sinar UV-C (panjang gelombang utama 254 nm) dengan intensitas dan durasi waktu tertentu, maka virus corona di permukaan benda sehari-hari dapat dinonaktifkan dengan efektif. Dengan mempertimbangkan aspek kesehatan dan keselamatan, teknologi ini tidak ditujukan untuk manusia, melainkan khusus diaplikasikan untuk disinfeksi barang. Disamping itu, UV – C Sterilizer LIPI dilengkapi dengan fasilitas pengaman yang meliputi pengatur waktu, lampu indikator dan pelindung bahaya paparan UV-C terhadap manusia,

Kepala LPTB LIPI Dr. Ajeng Arum Sari mengingatkan bahwa virus dapat menyebar secara tidak langsung melalui permukaan benda – benda di sekitar kita. Virus Corona sendiri bisa bertahan di permukaan benda padat setidaknya dalam rentang waktu 3 jam hingga 4 hari, dan berpotensi menyebar ke tempat lain melalui perantara kontak dengan tangan manusia. Karenanya, LPTB LIPI berupaya menghadirkan solusi berbasiskan IPTEK yang mudah diterapkan oleh masyarakat di tengah – tengah wabah virus ini. “Salah satu target kami mengembangkan alat ini adalah untuk disinfeksi uang dan barang – barang lainnya yang memiliki mobilitas dan potensi tinggi dalam penyebaran Virus Corona,” tegasnya, Selasa (14/4/2020).

Ada beberapa keunggulan UV-C Sterilizer LIPI diantaranya memiliki efektivitas tinggi dalam menonaktifkan Virus Corona hingga 90% hanya dalam waktu 3-5 menit, dengan pengoperasian yang sederhana, aman dan mudah. Dr. Ajeng Arum Sari mengatakan bahwa teknologi UC-V Sterilizer LIPI ini didesain berdasarkan berbagai data studi literatur mengenai penggunaan energi sinar UV-C untuk menonaktifkan virus corona SARS-CoV penyebab wabah SARS yang memiliki kemiripan genetika dengan virus corona SARS-CoV-2 penyebab wabah COVID-19. Untuk menentukan kebutuhan waktu penyinaran, tim mengukur nilai intensitas sinar UV-C di area sampling lalu memasukannya bersama data literatur lain ke dalam permodelan UV-C. “Dari hasil pemodelan kita dapatkan sekitar 3 menit, tetapi ada faktor keamanan sehingga durasi pengoperasian dijadikan 5 menit,” ungkapnya.

Samping UVC (Copy) (Copy)

Saat ini UV-C Sterilizer LIPI telah dikirim dan digunakan oleh Laboratorium Biosafety Level-3 LIPI yang berada di Cibinong Bogor. Tim ini sendiri terdiri dari para peneliti LPTB LIPI Muchlis, M.T., Dr. Ajeng Arum Sari, Anung Syampurwadi, S.Mat, dan Indah Primadona, Ph.D serta bantuan peneliti Pusat Penelitian Elektronika dan Telekomunikasi LIPI Yusuf Nur Wijayanto, Ph.D dan Ir. Shobih, M.T.