LPTB LIPI Rilis Masker Berteknologi Nano

Pak Satpam

Bandung – Pemerintah telah menetapkan kewajiban bagi seluruh masyarakat Indonesia untuk menggunakan masker tatkala terpaksa untuk beraktivitas di luar rumah. Namun, melonjaknya harga masker di pasaran membuat banyak orang kesulitan mendapatkan masker yang sesuai dengan standar perlindungan kesehatan. Salah satunya penggunaan masker kain yang sejatinya tidak bisa memproteksi diri dari partikel berukuran kecil dan memiliki potensi kebocoran yang besar, sebagaimana dilansir dari Kompas.com (1/4/2020). Karena itulah, LPTB LIPI tengah terus mengembangkan masker menggunakan teknologi khusus sehingga dihasilkan material nanokomposit dalam ukuran nano.

Dr. Eng. Muhamad Nasir peneliti dari kelompok penelitian nanoteknologi lingkungan LPTB LIPI mengungkapkan keunggulan nanomasker dibandingkan masker lainnya. “Nanomasker menggunakan bahan-bahan berukuran nano sedangkan masker masker lainnya menggunakan bahan bahan berukuran mikro. Karena menggunakan teknologi nano maka kinerjanya lebih baik dibandingkan dengan masker konvensional. Salah satu keunggulannya adalah sirkulasi udara jadi lebih baik karena pengaruh slip flow dari bahan nano yang digunakan,” jelasnya melalui korespondensi (6/4/2020).

Nanomasker ini telah dikembangkan sejak Tahun 2017 ketika bencana flu burung (H5N1) melanda diikuti dengan bencana asap kebakaran hutan dan polusi udara yang terus meningkat. Penelitian ini menggunakan skema pendanaan Insinas dari Ristekdikti. Hasil riset terkait nanomasker ini telah dipatenkan dan sebagian juga telah dipublikasikan. Kendati demikian, Nasir mengungkapkan kendala nanomasker masih belum bisa diproduksi di pasaran. Hal ini karena riset suatu produk membutuhkan waktu mulai dari skala lab, perbesaran skala sampai skala produksi, standarisasi produk sehingga laik industri. Faktor lain terkait kelengkapan fasilitas uji yang terbatas dan pendanaan riset yang terbatas. “Saat ini kemampuan untuk produksi nanomasker masih skala terbatas dan belum sampai kepada skala produksi industri,” paparnya.

Pak Nasir

Pak Nasir, sebagaimana biasa disapa juga mengaku sangat prihatin dengan bencana pagebluk Covid19 ini dan berharap bencana ini cepat berlalu. Ia berharap masyarakat dan pemerintah proaktif untuk mengatasi masalah ini. Serta meminta masyarakat menggunakan masker dalam setiap aktivitasnya khususnya pada saat berinteraksi dan berkomunikasi langsung demi mencegah transmisi Covid19 bertambah luas. “Kami sangat berharap teknologi nanomasker ini bisa diterapkan dalam perang melawan Covid19 karena akan sangat bermanfaat dalam mengurangi proses penularan Covid19 melalui system pernafasan,” pungkasnya.

Sementara itu, Kepala LPTB LIPI Ajeng Arum Sari menuturkan bahwa penelitian teknologi nanomasker yang dikembangkan Dr. M. Nasir merupakan penelitian panjang yang sudah dikembangkan sejak kurang lebih 3 tahun lalu. Selama ini nanomasker tersebut dapat digunakan untuk menyaring partikel 2.5 PM. “Tentunya kami berharap ada inovasi baru pada nanomasker ini sehingga dapat digunakan oleh tenaga medis,” tandasnya.