| Properti | Nilai |
| Judul | MENGENAL PEMODELAN KUALITAS AIR |
| Penulis | Rustini, H. A |
| Jenis Terbitan | JURNAL |
| Nama Terbitan | Warta Limnologi |
| Volume/No/Halaman | 0/51/17-19 |
| Kota Penerbit | |
| Abstrak | Tulisan ini menyajikan sejarah singkat perkembangan model kualitas air dan penjelasan singkat mengenai komponen penting model kualitas air. Model kualitas air pertama dikembangkan oleh Streeter dan Phelps pada tahun 1925 untuk menggambarkan penipisan oksigen terlarut (DO) di Sungai Ohio yang disebabkan oleh dekomposisi karbon organik oleh bakteri yang digambarkan dengan variabel BOD. Pada awalnya, solusi bagi model DO tersebut masih bersifat analitik pada geometri sederhana dan perairan dalam kondisi tunak (steady). Setelah era komputerisasi dimuai pada tahun 1960an, penyelesaian secara numerik pada sistem geometri yang lebih rumit mulai dilakukan. Pada tahun 1970an, masalah utama dalam kajian kualitas air merambah pada eutrofikasi yang mencakup representasi mekanis proses biologis dan model nutrient/rantai makanan. Kini, istilah pemodelan kualitas air sering mengacu pada pemodelan eutrofikasi karena merepresentasi proses pengayaan badan air oleh nutrient. Komponen penting yang biasanya terdapat pada model eutrofikasi adalah fitoplankton, zooplankton, nitrogen, fosfor, karbon, silika, dan DO |
« Kembali